Indonesia Tempat Pelatihan Program KB

301
Kepala Pusdiklat International Family Planning Drs Hermansyah menyerahkan plakat kepada Dr Gogor Oko Nurhayoko dari Setneg. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Indonesia dipercaya sebagai tempat pelatihan program Keluarga Berencana (KB). Setidaknya, tujuh orang dokter dari beberapa negara berkembang sejak Senin (03/09/2018) sampai 22 September mendatang mengikuti program pelatihan bidang keluarga berencana (KB) di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.

Mereka terdiri satu orang dari Ghana, Bangladesh dua orang, Timur Leste tiga orang dan Papua Nugini satu orang.

Pelatihan ini berlangsung atas kerja sama Badan Kependudukan Dunia atau UNFPA, Pusat Pelatihan Internasional Bidang KB dari BKKBN Pusat, FK UGM serta Sekretariat Negara.

Pada pembukaan yang berlangsung Senin di FK UGM, dr Samidjo selaku Program Officer and Advo UNFPA Indonesia mengatakan mereka secara penuh belajar keterampilan pelayanan seluruh alat kontrasepsi.

Ini merupakan bagian dari Kerja Sama Selatan-selatan yang sudah berjalan sangat lama. Hingga kini sudah ada 5.222 peserta dari 100 negara mengikuti training dengan latar belakang berbagai profesi.

Menjawab pertanyaan usai pembukaan, Dekan FK UGM Prof Dr Ova Emilia SpOG menyatakan peserta yang sedikit ini memang ideal. Sedianya training diikuti 10 orang tetapi tiga orang berhalangan.

Materi pelatihan 35 persen bidang skill  yang harus dilaksanakan di bawah supervisi ketat. Selain dari UGM juga melibatkan pakar dari FK UI serta FK Universitas Udayana.

Dr Annete dari UNFPA menerima plakat. (arie giyarto/koranbernas.id)

Di negaranya, mereka akan menjadi trainer bagi dokter-dokter yang tugasnya berkaitan dengan pelayanan KB. Artinya sisi kompetensi yang harus diutamakan.

Sebanyak 65 persen materi lainnya berupa teori secara luas. Kegiatan ini diharapkan bisa terus berlanjut dalam upaya mengatasi masalah kependudukan dunia.

Kepala Pusat Pelatihan KB Internasional Ir Hermansyah MA menyatakan akan menyiapkan calon akseptor yang mendapat pelayanan alat kontrasepsi. Berapa jumlahnya, menurut Prof Ova, akan menyesuaikan kebutuhan.

Pembukaan juga dihadiri oleh Dr Annette selaku Representative UNFPA dan Dr Gogor Oko Nurhayoko dari Setneg.

Secara terpisah Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kantor Perwakilan BKKBN DIY, Rohdiana Sumariati MSc, kepada koranbernas.id menyatakan, UGM terpilih menjadi tempat training karena menjadi center of exellent program pelatihan KB internasional. (sol)