Ingat, Jangan Belanja Karena Gengsi

353
Siaran Taman Gabusan TVRI Jogja dengan tema "Jagoriko" Sedayu,Selasa (28/08/2018) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Masyarakat ketika berbelanja produk hendaknya lebih mengutamakan produk lokal dalam negeri. Dengan demikian ekonomi masyarakat akan kuat,berkembang dan mendongkrak kesejahteraaan.

“Jadi jangan berbelanja itu karena mengedepankan gengsi.Namun bagaimana ditanamkan dalam hati kita agar mengedepankan aspek hati dan spiritual dengan berbelanja di lingkungan kita sendiri,” kata Kepala Dinas Perdagangan DIY Tri Saktiana Msi dalam acara “Taman Gabusan” TVRI bertema “Jajan Tonggo Nglarisi Konco (Jagoriko)” Kecamatan Sedayu,Selasa (28/08/2018) sore. Hadir pula sebagai narasumber adalah Camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin.

Menurut Tri Saktiana,saat ini memamg perlu sekali ditanamkan rasa kepedulian dan cinta terhadap produk negara sendiri dalam rangka menguatkan ekonomi bangsa.

“Selain juga ada aspek sosial disana.Seperti menjadikan hubungan antar warga semakin kuat dan disana tumbuh rasa kegotong royongan,” kata Tri Sakti.

Dirinya mencontohkan bagaimana di sebuah perumahan warganya suka sekali belanja di mart mart,namun saat ada warga perumahan yang meninggal ternyata warung depan perumahan milih tutup dan “ngrukti’jenazah.

“Inilah sesungguhnya orang yang pertama kali menolong adalah tetangga kita.Maka kita pun bisa menanamkan semangat sosial dengan belanja di warung tetangga itu,”katanya. Hal tersebut sebuah bukti pemberdayaan ekonomi lokal turut menguatkan ikatan sosial.

Sedangkan Camat Fauzan mengatakan untuk menggelorakan semangat Jagoriko salah satunya dengan memaksimalkan media sosial. Diantaranya setahun menjabat camat telah membuat grup Warga Sedayu Online (WSO) dengan anggota puluhan ribu orang.

“Di grup ini orang Sedayu akan saling mengirim informasi produk-produk yang mereka jual.Sehingga satu dengan lainnya akan tahu potensi masing-masing,”katanya.

Selain tentunya beragam bentuk lain untuk menggelorakan Jagoriko. Misalnya pembuatan batik letter S(Sedayu), tidak mempatenkan letter S sehingga semua orang bisa Sedayu,utamanya pelaku UMKM bisa menggunakan logo itu di produknya.

“Saya juga mendorong masyarakat untuk menggunakan produk lokal Sedayu sebagai bagian pemberdayaa ekonomi lokal,” katanya. (yve)