Ingat, Jauhkan Keluarga dari Bahaya Narkoba

135
Panit 1 Bhinmas Polsek Sedayu, Iptu Agus Supraja SH memberikan materi saat binluh di Kompleks ST Theresia Gubug, Desa Argosari Kecamatan Sedayu, Jumat (16/03/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jajaran Polsek Sedayu menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan (Binluh) pada acara smart parenting di Komplek Gereja St Theresia Dusun Gubug Desa Argosari, Jumat (16/03/2018).

Kegiatan hasil kerja sama dengan TK Indriyasana Santa Theresia  tersebut dihadiri narasumber Perwira Unit (Panit) 1 Bhinmas Polsek Sedayu, Iptu Agus Supraja SH, Panit 2 Aiptu Alip Subana, Bhabinkamtibmas Desa Argosari Aipda Murijan, Bripka Agus Muslih Dikmas Unit Lalu Lintas, Serta Bripda Elga dan Bripda Pangestika dari unit Reskrim.

Iptu Agus mengatakan orang tua hendaklah mewaspadai pergaulan putra dan putrinya. Pengawasan mutlak dilakukan, dengan siapa mereka bergaul, ke mana saja dan kegiatan apa yang dilakukan.

Sekiranya malam belum pulang, harus dikaruhke, dikontak  dan diingatkan segera pulang ke rumah. Ini penting untuk menghindari anak dari salah pergaulan yang bisa menjerumuskan hidup mereka.

“Banyak hal yang harus diwaspadai dalam pergaulan anak-anak kita. Di antaranya kita harus mewaspadai peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba),” kata Iptu Agus.

Data dari  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pengguna narkoba di daerah ini menempati peringkat pertama di Indonesia. Kebanyakan para pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga :  Stipram Resmi Miliki Satmabhara

Sementara pengedar narkoba adalah residivis yang mendekam di LP. Dari jumlah penduduk 3,6 juta, yang terindikasi menggunakan narkoba 2,6 persen.

“Tentu ini menjadi keprihatinan, perhatian dan kewaspadaan kita bersama. Untuk itulah kita berupaya membentengi anak-anak dan lingkungan dari bahayanya narkoba,” kata Iptu Agus.

Yang harus ditanamkan adalah memahamkan  bahaya narkoba itu sendiri kepada anak  serta penanaman iman dan takwa. Selain itu, orang tua juga harus  menjadi sahabat terdekat bagi anaknya.

Di saat  ada masalah, orang tua merupakan tempat curhat atau berbagi dan jangan sampai anak mencari ketetenagan atau solusi di luar rumah. Karena bisa saja solusi itu salah.

Aiptu Alip menambahkan di dalam keluarga  jangan terjadi tindak kekerasan baik secara psikis ataupun fisik. Juga penelantaran. “Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi pelakunya bisa dijerat dengan hukum, karena sudah ada UU yang mengatur hal tersebut,” katanya.

Ketika dalam sebuah keluarga muncul persoalan, menurut Aiptu Alip, selesaikan dengan musyawarah yang baik sehingga ada solusi  seperti diharapkan.

Baca Juga :  Heboh Mayat Bayi di Tumpukan Sampah

Sedangkan Bripka Agus Muslim pada kesempatan tersebut memberikan materi mengenai tertib berlalu lintas, mematuhi  rambu, cara membuat SIM dan STNK. Adapun Bripda Elga dan Bripda Pengestika mengenalkan rambu-rambu kepada anak dengan cara yang menyenangkan. (sol)

Ciri-ciri Pengguna Narkoba

Fisik

* Banyak menguap padahal tidak ngantuk

* Mata merah

* Kulit pucat

* Kelopak mata seperti berat

 

Tanda Sikap

* Murung, cemas, depresi

* Emosional, hipersensitif, reaksi berlebihan

* Mudah tersinggung oleh kritikan ringan

* Gampang marah tanpa sebab yang jelas

* Nilai, keyakinan dan ide berubah

* Tidak peduli terhadap perasaan orang lain

* Bermusuhan

* Tidak bisa dipercaya, mudah mengutarakan rahasia.

* Tidak ragu memukul orang atau berbicara kasar pada orang tua   dan anggota keluarga lainnya

* Pelupa, penurunan daya ingat, apatis

* Tanggapan lambat

* Acuh terhadap kebersihan, kesehatan, pakaian

* Penampilan lusuh dan kumal

* Hilang rasa tanggung jawab

* Susah memusatkan perhatian

* Emosi naik turun

* Jika ditanya, sikapnya defensif dan penuh kebencian

* Agresif, yang ditandai sering berkelahi, tawuran, mabuk, terlibat kecelakaan mobil (menabrak orang maupun benda diam semacam pagar rumah orang lain)

Dari berbagai sumber