Ingat, Penghargaan KKS Bukan Tujuan Akhir

234
Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2017 melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Rabu (25/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2017 melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Rabu (25/10/2017). Mereka diterima Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes di Aula Kantor Bappeda Sleman.

Dwita Maulida selaku perwakilan tim verifikator KKS Pusat menyampaikan, penyelenggaraan KKS pada intinya untuk mewujudkan kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, sehat yang dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

Penghargaan KKS 2017 terdapat 173 berkas kabupaten/kota dari 28 provinsi se-Indonesia. Jumlah ini meningkat signifikan dari penyelenggaraan tahun 2015 yang diikuti oleh 147 kabupaten/kota.

”Verifikasi ini bukan untuk memilih juara atau pemenang, namun merupakan verifikasi atas kinerja pemerintah dalam melakukan pembangunan dengan pendekatan KKS,” kata dia.

Penghargaan bukan tujuan akhir dari penyelenggaraan KKS, namun yang terpenting adalah dukungan kemitraan yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di daerah.

Sri Muslimatun  menyampaikan, kunjungan tim verifikasi merupakan momen yang ditunggu untuk memantau, mengevaluasi dan memotivasi masyarakat Sleman melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.

”Diharapkan dengan kegiatan ini pelaksanaan program pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Sleman dapat dilakukan dengan lebih efektif, efisien dan tepat sasaran,” kata dia.

Kunjungan Tim Verifikasi KKS ke Kabupaten Sleman tahun 2017 ini merupakan kali kelima dalam penilaian Kabupaten Sehat. Pada tahun 2009 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten Sehat klasifikasi pemantapan dengan tatanan yang terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Kemudian pada 2011 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba, dengan klasifikasi pembinaan (Wiwerda) untuk empat tatanan terpilih yaitu ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan permukiman sarana prasarana sehat dan kawasan pariwisata sehat.

Pada 2013 Kabupaten Sleman kembali memperoleh Swasti Saba Wiwerda dengan 5 tatanan yang terpilih yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat.

Sedangkan pada 2015 Kabupaten Sleman memperoleh Swasti Saba pengembangan (Wistara) dengan mengajukan 7  tatanan yaitu, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Pada penilaian Kabupaten Sehat tahun 2017 ini Pemerintah Kabupaten Sleman akan mempertahankan penghargaan Wistara dengan tujuh tatanan terpilih. (sol)