Ingatlah, Puspa dan Satwa Penting untuk Pembangunan

249
Bupati Sleman, Sri Purnomo menanam pohon langka disela-sela Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPSN) tingkat DIY di Agro Wisata Bhumi Merapi Pakem, Minggu (3/12/2017).(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional  (HCPSN) tingkat DIY Tahun 2017 dipusatkan di Agro Wisata Bhumi Merapi Pakem, Minggu (3/12/2017). Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan mewakili Gubernur DIY Sigit Sapto Raharjo, Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala BLH DIY  Joko Wuryantoro.

Dalam HCPSN tersebut juga dipamerkan beberapa satwa antara lainayam kalkun, ayam pelung, dan beberapa burung. Peringatan HCPSN juga ditandai dengan penanaman pohon langka oleh Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY, Bupati Sleman, Kepala BLH DIY.

Pohon yang ditanam sebagai penghijauan tersebut termasuk langka, antara lain pohon bendo, pohon mundu dan lainnya. Juga dilakukan pelepasaan Burung Merpati, Burung  Kutilang, Burung Trotokan.

Disamping penghijauan, pelepasan burung, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah untuk beberapa kejuaraan, antara lain pemenang seleksi Kehati Award juara I kelompok Tani ”Taruna Tani Flory” dari Jugang Pangukan Tridadi Sleman untuk kategori Peduli Lestari Kehati bidang Konservasi Flora.

Pemenang hasil evaluasi Kampung peringkat I  Desa Bangunkerto Turi. Program DIY Green and Clean peringkat I RW 11 Badran Bumijo, Jetis Kota Yogyakarta, peringkat  Best of The Best RW 13 Perumnas Condongcatur Depok Sleman.

Sedangkan penghargaan pengelola LH Teh untuk konservasi Tanah dan kesejahteraan masyarakat peringkat I diberikan kepada Samigaluh, Kulonprogo. Juga penghargaan diberikan kepada peternak Burung Kleci.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa Peringatan HCPSN merupakan momen yang baik untuk membangun kesadaran serta membentuk kecintaan terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari. Melalui momen tersebut Bupati mengingatkan keberadaan puspa dan satwa yang ada di alam untuk dipertahankan agar mereka tidak mengalami kepunahan.

“Puspa dan satwa di alam yang kita miliki merupakan daya dukung lingkungan yang menjadi salah satu modal pembangunan. Berkenaan dengan hal tersebut saya mengajak kepada semua pihak  seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesinambungan puspa dan satwa yang merupakan kekayaan alam Indonesia,” kata Sri Purnomo.

Sementara  Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sigit Sapto Raharjo menyampaikan bahwa peringatan HCPSN bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional, serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.

Disampaikan Gubernur bahwa Indonesia menjadi salah satu negara “Mega biodiversity” di dunia, yang artinya memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang luar biasa. Setidaknya terdapat sekitar 90 tipe ekositem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan di Indonesia. (SM)