Ingin Beli Mokas ? Tak Perlu Malu

564
Pameran Motor Bekas di Jogja City Mall, Sabtu (16/12/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Membeli motor bekas (mokas) seringkali bukan pilihan pertama untuk punya kendaraan baru. Ketidakpercayaan akan kondisi mesin dari mokas seringkali membuat masyarakat enggan menjadikannya alat transportasi sehari-hari.

Tapi itu dulu, sekarang ini tren pembelian atau kredit mokas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan melebihi pembiayaan untuk motor keluaran terbaru.

Sebut saja 2017 ini ada kenaikan sekitar 23 persen penjualan mokas di Adira Finance untuk wilayah Jateng dan DIY dibandingkan 2016 lalu. Sedangkan pembiayaan untuk motor baru justru stagnan dan mengalami penurunan sekitar 3 persen dari asumsi 5,9juta unit.

“Dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang terjamin, masyarakat mulai banyak melirik mokas untuk jadi transportasi sehari-hari,” ungkap Sugianto, Senior Vice President Marketing Adira Finance Di sela pelaksanaan Pameran Motor Bekas di Jogja City Mall, Sabtu (16/12/2017).

Baca Juga :  Jaga Warga Bisa Berperan Redam Emosi Warga

Kenaikan pembiayaan mokas, menurut Sugianto kalau dirupiahkan mencapai angka Rp 2,8 Triliun. Angka tersebut pada 2018 diprediksi naik sekitar 20 persen atau senilai Rp 3,5 Triliun.

Apalagi saat ini banyak dealer menjaga kualitas mokas dengan harga yang lebih murah dibandingkan motor baru. Selama enam bulan terakhir, pembiayaan mokas terbanyak untuk jenis matic di range harga dibawah RP 15 juta per unit.

“Jadi tidak perlu malu membeli mokas saat ini karena kualitasnya terjaga baik,” tandasnya.

Kepala Divisi Motor Bekas Indonesia tersebut menambahkan, berbagai upaya dilakukan untuk mensosialisasikan pembelian mokas. Diantaranya melalui pameran meski market otomotif secara keseluruhan yang lesu namun tidak berpengaruh pada mokas.

Selain pameran, pemasaran akan kami lakukan lewat digital marketing untuk meningkatkan penjualan mokas. Diantaranya melalui momotor.id yang melengkapi momobil.id.

“Diharapkan melalui pameran, market motor bekas semakin meluas, bahkan ke masyarakat kalangan atas,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Kisah Bocah yang Belum Pernah Makan Kue Tart

Sementara Irfan Budianto, Kepala Wilayah Adira Finance Jateng menjelaskan, pameran di mall hingga Minggu (17/12/2017) memamerkan 170 unit motor. Adira Finance ingin mempertegas mokas layak untuk konsumen kelas atas dengan jaminan kualitas tinggi.

“Karena kami ingin masuk ke semua kalangan masyarakat, tak hanya kelas menengah ke bawah saja,” ungkapnya.

Irfan menjelaskan, di Jateng, perusahaan pembiayaan itu mempunyai 367 ribu customer dengan aset Rp 4,2 Triliun. Dari jumlah itu, kontribusi mokas cukup banyak dengan rata-rata penjualan 3.000-3.500 unit/bulan dan total pembiayaan sebesar Rp 374 Miliar sampai November 2017 atau rata-rata Rp 30-32 Miliar/bulan.

“Ini menunjukkan market mokas di jateng masih cukup tinggi dengan kredit pembiayaan tumbuh 17 persen,” imbuhnya.(yve)