Ingin Lihat Ibu Pengabdi Setan ? Ke Margamukti Saja

128

KORANBERNAS.ID — Ingin melihat Ibu dari film “Pengabdi Setan” ? Cukup datang ke Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Bandung Selatan, Jawa Barat. Di desa itu, anda bisa menikmati rumah serta foto Ibu yang dijadikan setting film karya Joko Anwar.

Sejak dua bulan terakhir, rumah Ibu dan desa tersebut resmi menjadi salah satu kawasan wisata baru yang wajib dikunjungi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM-lah yang berinisiatif mengembangkan rumah dan desa tersebut sebagai kawasan wisata.

Tak hanya pariwisata, sekitar 30 mahasiswa UGM juga mengembangkan potensi geotermal yang dimiliki desa tersebut. Program itu digagas untuk mendukung potensi yang sudah ada selama ini seperti kawasan kebun teh yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama warga sejak zaman penjajahan Belanda. hutan pinus, penangkaran rusa, pemandian air panas hingga situs cagar budaya.

Koordinator mahasiswa KKN kluster sosio humaniora, Jeremy Musa disela kunjungan Pangalengan Geotourism Festival (PGF) bertema Menuju Pembangunan Pariwisata Pangalengan yang Berkelanjutan di desa setempat, Sabtu (29/07/2018), menjelaskan mahasiswa selama sebukan mengembangkan dasar bagi peningkatan potensi pariwisata melalui berbagai kegiatan di desa tersebut. Diantaranya melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis), pemetaan lokasi-lokasi yang menarik wisatawan sampai pelatihan dasar pengelolaan pariwisata.

Baca Juga :  Guru dan Siswa Terkena Semburan Api Las Karbit

“Warga desa disini awalnya lebih fokus ke agro. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan di bidang energi dan wisata. Karena itulah kami membantu masyarakat setempat seperti memberikan pelatihan membuat website, mengelola media sosial, dan yang lainnya,” papar Jeremy.

Jeremy berharap, bantuan mahasiwsa dapat meningkatkan pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Dengan demikian akan menambah pendapatan bagi warga sekitar, termasuk generasi muda di Margamukti.

“Dalam program ini, kami membuat project plan, termasuk perkiraan anggaran dan yang lainnya agar dikelola masyarakat kedepannya untuk meningkatkan pariwisata di desa ini,” tandasnya.

Ditambahkan Koordinator Mahasiswa Unit (kormanit) KKN PPM UGM Desa Margamukti, Raden Aditya, untuk mempromosikan program yang mereka kembangkan, mahasiswa menggelar Pangalengan Geotourism Festival (PGF). Festival melibatkan kelompok masyarakat, sekolah, serta komunitas setempat seperti lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba fotografi, pameran potensi desa, festival budaya, serta talkshow.

“PGF punya enam rangkaian acara, yaitu Pangalengan Essay Competition, Pangalengan Geotourism Talkshow, Pangalengan Geotourism Expo, Pangalengan Kids Day, Pangalengan Photo test, dan Pangalengan Cultural Festival,” jelasnya.

Baca Juga :  Festival Warung Hik Meriahkan Hari Jadi klaten

Sementara Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada MEng PhD mengungkapkan pengembangan potensi di Margamukti tersebut dilakukan agar panas bumi dapat dimanfaatkan masyarakat. Pariwisata dipilih karena bisa jadi modal awal pengembangan desa karena selama ini potensi geotermal lebih banyak dimanfaatkan pihak swasta.

“Program ini diharapkan memastikan bahwa masyarakat mendapat keuntungan yang lebih dari potensi yang dimiliki desa mereka,” ungkapnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset,  Prof Dr Ir Bambang Agus Kironoto memaaprkan UGM konsisten menyelenggarakan kegiatan KKN-PPM yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat tempat kegiatan KKN dilaksanakan. Dalam KKN periode antarsemester tahun ini, UGM mengirim 5.992 mahasiswa yang tergabung dalam 212 unit untuk melakukan kegiatan pengabdian di 34 provinsi di Indonesia.

“Kami menerapkan keberhasilan KKN yang telah sukses mengembangkan kawasan wisata di Sulawesi Utara. Dengan melihat keberhasilan itu, kita coba implementasikan menyesuaikan potensi di sini supaya bisa memberi nilai lebih bagi kawasan ini. Jika diperlukan kami siap melanjutkan program ini untuk tahun mendatang,” imbuhnya.(yve)