Ingin Mengadu, Gunakan Aplikasi Lapor Bantul

120
Narasumber tampil dalam acara gerakan menuju 100 smart city dan Launching Lapor Bantul di Gedung Induk Kompleks Parasamya, Senin (02/07/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Menandai penerapan konsep smart city, Pemerintah Kabupaten Bantul me-launching aplikasi “Lapor Bantul” di Gedung Induk Kompleks Parasamya, Senin (02/07/2018). Acara ini dihadiri perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, jajaran OPD Bantul, kecamatan dan juga desa se-Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Kominfo Bantul Nugroho Eko Setyanto S Sos MM mengatakan aplikasi ‘Lapor Bantul’ merupakan aplikasi mobile apps berbasis android dan iOS sebagai sarana pengaduan dari masyarakat ke Pemkab Bantul.

Pada tahap awal dengan berbekal smart phone android, Lapor Bantul  dapat diunduh melalui google play,sedangkan iOS masih dalam proses verifikasi pihak Apple.

“Aplikasi ‘Lapor Bantul’ dibangun dengan maksud memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan. Juga mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui mekanisme bottom up yang efektif,” kata Nugroho.

Baca Juga :  Pemilu Bukan Ajang Saling Fitnah

Dengan aplikasi ini diharapkan permasalahan tentang pelayanan publik dapat segera diberikan solusi terbaik, serta dapat digunakan sebagai salah satu masukan dalam perencanaan pembangunan sebagai masukan yang betul-betul didasarkan kebutuhan atau permasalahan riil di masyarakat.

Nugroho mengatakan, aplikasi ini menjadi bagian menuju Bantul smart city. Program gerakan menuju 100 smart city dengan pendampingan 25 kabupaten/kota di tahun 2017, kemudian 50 kabupaten/kota di tahun 2018 termasuk Kabupaten Bantul dan 25 kabupaten/kota di tahun 2019 oleh Kominfo RI.

“Melakukan pembangunan menggunakan pendekatan smart city dalam dunia yang semakin dinamis saat ini bukan sebuah pilihan, namun menjadi sebuah kebutuhan khususnya bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan efisien,” katanya.

Baca Juga :  Serahkan Berkas ke KPU, PKS Bawa Serbet

Pada proses pendampingan, Kabupaten Bantul dibimbing oleh Dosen Fakultas Teknik Elektro dan Informatika ITB Dr Tech Wikan Danar Sunindyo ST MSc.

“Perlu pelibatan semua pihak untuk mewujudkan smart city,” kata Wikan. Untuk Kabupaten Bantul pada tahap awal akan dibuat masterplan Bantul Smart City melibatkan banyak unsur.

Mulai pimpinan daerah, DPRD, akademisi, kepala OPD/camat, BUMN/BUMD, Lurah Desa dan perwakilan pemuda, agar diperoleh berbagai masukan permasalahan serta alternatif solusi dengan enam dimensi sasaran meliputi smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment. (sol)