Ingin Produksi Air Kemasan? Latoya  Punya Buku Panduannya

742
Liana Kurniawati, Direktur PT Kerja Tirta Santosa (kiri) dan Konsultan Bisnis PT Kerja Tirta Santosa, Micknela Ikun SE MH memperlihatkan Buku Panduan Francise AMDK Latoya di kantor PT Kerja Tirta Santosa Jl. Kabupaten, Ngawean, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, 6 Juli 2018 lalu.(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Seiring tingginya konsumsi produk Minum Dalam Kemasan (AMDK), produsen air mineral, Latoya terus mengembangkan berbagai inovasi. Salah satunya mengembangkan  program Franchise AMDK Latoya.

Tak perlu repot, Latoya menyediakan buku panduan bagi para investor atau pemilik modal yang ingin membuka usaha di bidang AMDK. Buku tersebut lengkap berisi tentang pengembangan usaha AMDK, mulai dari proses manajemen hingga pembangunan pabrik dan bahkan distribusi produk air mineral.

“Kami sudah membuat buku panduan yang bisa langsung digunakan bagi pemilik modal dan investor yang ingin membuka peluang kerjasama dengan latoya, baik stand alone atau jual lepas maupun tetap sharing royalty,” papar Liana Kurniawati, Direktur PT Kerja Tirta Santosa kepada Koran Bernas usai peluncuran Buku Panduan Francise AMDK Latoya di kantor  PT Kerja Tirta Santosa Jl. Kabupaten, Ngawean, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 6 Juli 2018 lalu.

Menurut Liana, melalui buku panduan tersebut para pemilik moda atau investor dimudahkan dalam mengembangkan usahanya. Buku tersebut berisi tentang panduan sistem perijinan, pembelian bahan baku air air, mesin, bahan baku, sistem manajamen, perekrutan karyawan hingga pembelian pabrik.

“Daripada membuat pabrik dengan investasi besar, maka dengan metode makloon atau kami kerjakan, maka investor bisa memiliki pabrik amdk lebih simpel,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Peringatan untuk Warga Penolak Bandara

Liana menjelaskan, Latoya sudah memiliki pengalaman selama lima tahun dalam memproduksi AMDK. Tidak hanya mempunyai pabrik namun Latoya juga memiliki supplier mesin dan distribusi produk ke berbagai daerah dan instansi. Latoya juga sudah mengantongi sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), BPOM RI serta Standar Nasional Indonesia (SNI) 9001-2008.

AMDK Latoya  merupakan air minum  bermineral  dari  sumber mata air alami  Pegunungan Turi  Sleman  Yogyakarta  dengan kualitas  air baku yang baik. Latoya menggunakan mesin  processing berteknologi  tinggi dan qualty control yang ketat untuk menghasilkan air minum bermineral yang sehat, higienis, dan aman untuk dikonsumsi.

Walaupun diproduksi lokal, ada standarisasi dan quality control untuk memproduksi air mineral kemasan tersebut. Pengecekan secara berlapis oleh tim laboratorium dilakukan setiap hari sebelum dipasarkan, baik kandungan pH maupun Standar Nasional Indonesia (SNI). Indikator tingkat asam atau basa yang dihasilkan air mineral sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia, yakni 6,5 – 7.

Berbagai private label yang bekerjasama dengan Latoya. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Konsultan Bisnis PT Kerja Tirta Santosa, Micknela Ikun SE MH menjelaskan, perusahaan air mineral tersebut sudah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menggunakan produk-produknya. Diantaranya dengan sejumlah hotel melalui private label seperti Hotel Neo Awana, Hotel Harper, Hotel Zest, Cakra Kembang, Cakra Kusuma, Pesonna Tugu,Fave Hotel, Hotel Tara, Indies hotel, Dom Hotel dan Peti Mas.

Baca Juga :  Demokrat Parpol Pertama yang Daftarkan Bacalegnya

Selain itu Rumah Makan Empek-empek Ulu Bundar, Raja Rasa, Pelem Golek dan Lalawu Sunda. Latoya juga bekerjasama dengan PDAM Sleman untuk mengembangkan produk air mineral Daxu yang memanfatkan sumber air dari Kaliurang. Bahkan Latoya pernah menjadi sponsor dalam event International Jogja Heritage Walk.

“Proses private label dibuatkan desain untuk label instansi atau perusahaan yang kerjasama,” tandasnya.

Nela menambahkan, Latoya merupakan satu-satunya perusahaan air mineral yang melakukan kerjasama dengan metode makloon. Tak takut persaingan maupun monopoli usaha, Latoya optimis inovasi yang dilakukannya justru meningkatkan potensi produk lokal dari Yogyakarta.

Latoya saat ini menyediakan produk air mineral dalam berbagai kemasan. Yakni ukuran galon 19 liter, botol 1.500 ml, 600 ml, 330 ml, 240 ml dan 120 ml.

“Kami ingin membuat masyarakat jogja bangga karena kita bisa membuat produk air mineral lokal dengan kualitas yang bagus dan tidak kalah dari produk nasional,” imbuhnya.(yve)