Ingin Wakaf, Kini Bisa Gunakan Asuransi

217
Direktur Marketing CAR Life Insurance Jos Chandra Irawan menyampaikan paparannya terkait asuransi wakaf di Artotel Hotel, Senin (07/05/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Wakaf biasanya identik dengan memberikan tanah atau bangunan bagi kepentingan banyak pihak untuk didirikan rumah ibadah, sekolah dan lainnya. Namun itu dulu, karena sekarang ini wakaf bisa dilakukan secara tunai menggunakan asuransi.

“Ada modernisasi wakaf menjadi tunai lewat asuransi syariah saat ini,” ujar Direktur Marketing CAR Life Insurance Jos Chandra Irawan di Artotel Hotel, Senin (07/05/2018).

Jos Candra yakin, semakin tingginya minat masyarakat, termasuk generasi muda untuk umroh dan berhaji saat ini berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang memberikan wafah secara syariah. Angka masyarakat Indonesia yang umroh dan berhaji tiap tahunnya mencapai lebih dari 8 juta orang per tahunnya.

Baca Juga :  Youthober Meriahkan Plaza Ambarrukmo

Karenanya bulan suci Ramadan yang akan datang sebentar lagi jadi momentum yang tepat untuk mengembangkan asuransi wakaf sebagai wadah masyarakat untuk beribadah. Apalagi sebanyak 45 persen dari total uang pertanggungan asuransi wakaf akan diwakafkan melalui lembaga profesional dan hasilnya digunakan bagi kemaslahatan umat.

“Kehadiran asuransi wakaf diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi syariah yang murni,” paparnya.

Sementara Advisor Syariah CAR Life Insurance Syakir Sulla mengungkapkan berdasarkan riset pada 2014 lalu, ada empat kategori kelompok masyarakat yang melihat produk asuransi syariah. Sekitar 27 persen diantaranya menginginkan nilai lebih dari sisi spiritual untuk berwakaf melalui asuransi.

“Jadi kelompok ini benar-benar mengikuti asuransi wakaf dengan tujuan spiritual,” tandasnya.

Baca Juga :  Masih Ada 22 Keluarga Menolak Pindah

Ditambahkan Syakir, pihaknya menjamin wakaf sakinah merupakan produk asli asuransi syariah karena memberikan jaminan wakaf pada nasabah. Apalagi produk itu bukan konvensional yang menghilangkan unsur riba atau ghoror sehingga mempengaruhi umat muslim untuk membelinya.

“Wakaf sakinah memiliki izin dan selalu dilaporkan OJK, termasuk dewan pengawas syariah. Produk syariah asli ini tidak tercampur dalam asuransi umum dan mampu menjawab keraguan publik akan produk asuransi syariah,” imbuhnya.(yve)