Ini Ajakan Buya Syafii Soal Kemerdekaan

195
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif menghadiri Ramah Tamah bersama dengan para Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (15/08/2017),  di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii mengajak masyarakat untuk kembali meresapi makna Bhinneka Tunggal Ika. Kemerdekaan yang diraih Indonesia berkat jasa semua rakyat Indonesia, tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun golongan tertentu.

“Maka, di negara kita ini tidak ada yang boleh merasa paling berjasa dalam upaya merebut kemerdekaan dari para penjajah. Banyak para pahlawan kita yang seagama dengan penjajah, tapi mereka memerangi saudara seagamanya sendiri. Maka kita yang mayoritas jangan sampai merasa yang paling berhak memiliki negara ini,” kata Buya ketika menghadiri   Ramah Tamah bersama para Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (15/08/2017).

Baca Juga :  Kementerian PUPR Dorong Peran Dewan Sengketa dalam Penyelesaian Sengketa Kontrak Konstruksi  

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengungkapkan, rasa kebangsaan dan patriotisme saat ini harus ditumbuhkembangkan, terutama pada generasi muda.  “Mereka adalah para penerus bangsa. Di tangan merekalah masa depan bangsa ini diamanahkan,” ungkapnya.

Namun disayangkan berbagai masalah yang melibatkan para generasi muda saat ini sungguh memprihatinkan, ketika semangat kebersamaan yang mereka miliki  kemudian diekspresikan dengan tindakan tidak terpuji. “Yang baru-baru ini semakin memprihatinkan di Kabupaten Sleman adalah kasus klithih oleh para generasi muda,”ucapnya.

Sri Purnomo mengajak semua pihak untuk turut menumbuhkembangkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme pada generasi muda sejak dini.

Acara Ramah Tamah tersebut bertujuan untuk menghormati jasa para pejuang perintis kemerdekaan yang telah memberikan kontribusi sangat besar bagi bangsa dan negara Indonesia, sehingga  semua dapat menikmati era kemerdekaan.

Baca Juga :  Wayang Kulit Badilum Dekatkan Kritik Masyarakat

Hadir antara lain para Perintis Kemerdekaan, Veteran, Purnawirawan, Wredatama, Warakawuri, Angkatan 45 dan Purnabakti Praja. (bid jalasutra)