Ini Alasan DIPA Diserahkan Lebih Awal

181
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X foto bersama usai penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 di Bangsal Kepatihan, Rabu (13/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 diserahkan lebih awal. Alasannya, agar pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran di pusat maupun daerah dapat lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Penyerahan DIPA ini merupakan hari yang membahagiakan dan penuh berkah,” tutur Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY, pada penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018, Rabu (13/12/2017), di Bangsal Kepatihan.

DIPA Tahun 2018 yang diserahkan lebih awal kepada para Kepala Daerah dan para Kuasa Pengguna Anggaran di wilayah DIY itu, juga dimaksudkan untuk mendorong percepatan pelaksanaan anggaran.

Dengan begitu masyarakat akan dapat menikmati hasil pembangunan secara lebih tepat dan cepat. “Pembangunan berjalan lebih baik, pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik dan manfaat dari APBN dapat segera dirasakan,” kata Sultan.

Untuk itu, perlu langkah nyata agar seluruh rakyat Indonesia umumnya dan masyarakat DIY khususnya  memperoleh manfaat.

InsyaAllah pada 2018 kita semua harus tetap berkomitmen terus menurunkan tingkat kemiskinan, menekan angka pengangguran, serta mempersempit ketimpangan pendapatan atau ketimpangan wilayah,” kata dia.

Stabilitas ekomomi dan investasi juga harus terus bersama-sama dijaga dengan baik agar dunia usaha dapat meningkatkan perannya mendorong perekonomian.

Seperti diketahui, APBN Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 2.220,7 triliun. Dari jumlah tersebut 38,16 persen atau sekitar Rp 847 triliun merupakan alokasi Belanja Kementerian/Lembaga, dan sebesar 34,50 persen atau Rp 766,2 triliun merupakan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DIY Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Ludiro, menyatakan DIPA yang diserahkan untuk kementerian/lembaga di wilayah DIY tahun 2018 berjumlah 365 DIPA dengan nilai Rp 10 triliun.

Untuk instansi vertikal sebanyak 310 DIPA dengan nilai Rp 10,5 triliun, dan DIPA yang dialokasikan untuk berbagai SKPD sebanyak 55 DIPA dengan nilai Rp 222,6 miliar.

Ludiro mengatakan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang merupakan DIPA bagian  Anggaran Bendahara Umum Negara (DIPA BUN) sebagai dasar penyaluran Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada Pemerintah Daerah senilai Rp 9,98 triliun.

Adapun perinciannya, Dana Perimbangan yang tediri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana ALokasi Khusus (DAU) sebesar Rp 8,3 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 236,7 miliar. Khusus untuk Dana Keistimewaan (Danais) DIY sebesar R 1 triliun, ditambah Dana Desa Rp 361,89 miliar.

“Dengan diserahkannya DIPA dan Dana Transfer ke Daerah serta Dana Desa tersebut, secara total dana APBN Tahun Anggaran 2018 yang dialokasikan di lingkungan Provinsi DIY sebesar Rp 20,70 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan Rp 1,18 triliun atau 6,02 persen dibanding tahun anggaran 2017,” kata Ludiro. (sol)