Ini Alasan PKL Pendowo Lanjutkan Gugatan

166
Setiap kali hendak masuk ke Ruang Sidang, para PKL Alun-alun Purworejo ini melakukan doa bersama di Masjid Pengadilan Negeri setempat (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Upaya damai pada proses mediasi sidang gugatan perdata Pedagang Kaki Lima (PKL) Kawasan Alun-alun Purworejo atau PKL Pendowo sebetulnya tinggal selangkah lagi. Sebab pihak PKL Pendowo yang awalnya menolak di tempatkan berjualan di Taman Kuliner sudah bisa menerima dengan lapang dada.

Bahkan dari pantauan koranbernad.id pada setiap proses mediasi di Pengadilan Negeri ( PN) Purworejo, pihak PKL pun sudah menerima jumlah 49 kios di Taman Kuliner yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Purworejo.

Namun, dalam Mediasi terakhir pada 29 Desember 2017 lalu, tiba-tiba Tim Hukum Bupati Purworejo yang diketeuai Asisten 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan, Murwanto, menetapkan hanya akan memberi 48 kios untuk PKL Pendowo.

Baca Juga :  Harga LPG 3 Kg di Klaten Sampai RP 17 Ribu

“Kami sangat kecewa, mereka Pemkab Purworejo in konsisten,” sergah Salah satu Tim Kuasa Hukum PKL Pendowo, Kasran.

Menurutnya, pihaknya sudah mengalah terus sejak proses mediasi awal.

“Tuntutan kami sejak awal agar disediakan kios sebanyak 56 kios, sesuai dengan data jumlah PKL. Lalu pemkab menawar 49 kios saja untuk kami. Dan kami sudah bisa menerimanya. Eh, tahu-tahu sekarang mereka memberikan jatah 48 kios saja untuk PKL, ya kami keberatan lah,” beber Kasran.

Akhirnya sidang mediasi terakhir yang sudah di depan mata akan berakhir damai, kini berbalik dengan gugatan ke persidangan perdata.

“Kami siap hadapi keinginan Bupati Purworejo yang sepertinya menyepelekan kami. Elo udah jual, gue bakal beli,” ucap pria asal Makasar ini.

Baca Juga :  Senyum Cerah Buruh Gendong Pasar Beringharjo Dapat Nasi Bungkus Sedekah

Sementara terpisah, Humas PN Purworejo Samsumar Hidayat menyatakan proses mediasi sudah gagal.

“Iya, laporan dari hakim mediator kami, bahwa proses mediasi antara PKL Pendowo selaku Penggugat dengan Bupati Purworejo dan kelima kepala dinasnya, selaku Pihak Tergugat, gagal mencapai kata damai,” terang Samsumar, Kamis (05/01/2018) siang tadi. (yve)