Ini Bentuk Dukungan Warga Banjarsari untuk Perjuangan Diponegoro

153
Sejumlah pemuda di Desa Banjarsari, Ngadirejo, Temanggung, sedang memainkan kesenian Jaran Kepang. (Endri Yarsana/koranbernas.id)  

KORANBERNAS.ID–Temanggung mempunyai kesenian dan kebudayaan yang tidak kalah menarik dan beranekaragam. Salah satunya adalah kesenian Jaran Kepang atau Kuda Lumping yang ada di Desa Banjarsari Kecamatan Ngadirejo.

Menurut sumber wisata lokal Temanggung, kesenian tari Kuda Lumping adalah sebuah tarian yang menggunakan peralatan dari anyaman bambu atau kepang yang dibentuk menyerupai kuda dengan diberi warna dan rambut tiruan sehingga masyarakat menyebutnya sebagai Jaran Kepang.

Asal terbentuknya Kuda Lumping adalah dari bentuk dukungan masyarakat terhadap pasukan berkuda Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada juga yang menyebutkan bahwa tari Kuda Lumping adalah gambaran kisah perjuangan Raden Patah yang dibantu oleh Sunan Kalijaga melawan penjajah Belanda.

Baca Juga :  Rawat Proyek TMMD agar Awet

Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono I raja Mataram untuk melawan Belanda.

Saat ini tarian Kuda Lumping menjadi kegiatan positif bagi masyarakat sekitar Temanggung khususnya Desa Banjarsari. Para pemuda Desa Banjarsari menjadikan kesenian ini sebagai kegiatan yang mengasah kreatifitas dan seni tari.

Adi, salah satu penggemar tarian Kuda Lumping mengatakan kesenian ini sangat bagus dan perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Dengan demikian, mereka tahu bahwa kita mempunyai tarian kebudayaan yang sangat menarik untuk disajikan,” katanya.(SM)