Ini Bukti Kulonprogo Bukan Daerah Menakutkan

230
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo melepas peserta gowes, (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Para penggemar olahraga bersepeda, Sabtu (02/12/2017) dipuaskan dengan kegiatan Tour De Menoreh. Ratusan penggowes diajak menjelajahi obyek wisata di sebagian wilayah Kulonprogo.

Acara gowes bareng ini dilepas Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo bersama Deputi Kementrian Pemuda dan Olahraga RI,  Isnanta, dari Alun-alun Wates.

Hasto menyatakan, kali ini peserta melewati Pantai Glagah dan Waduk Sermo. “Kita juga berharap di perjalanan ini bisa memunculkan ide kreatif upaya mengembangkan suatu usaha di beberapa lokasi tersebut,” katanya.

Hasto berharap para peserta tergerak mempromosikan potensi Kulonprogo. Caranya dengan menceritakan pengalaman mereka saat mengikuti Tour De Menoreh. Dengan begitu angka kunjungan wisata dapat ditingkatkan.

“Secara periodik akan kita laksanakan di tahun-tahun yang akan datang supaya kunjungan ke Kulonprogo semakin banyak,” ujar Hasto.

Baca Juga :  Gemuruh Sampai Kota, Status Merapi Waspada

Tujuan lainnya, menginformasikan ke masyarakat, tidak semua wilayah Kulonprogo terkena bencana alam. Masyarakat bisa melihat sendiri Kulonprogo bukan daerah menakutkan, tetapi daerah yang aman.

Tour De Menoreh dibagi dua kategori berdasarkan rute atau jarak tempuh yaitu 100 km dan 10 km. Semua rute dimulai dan berakhir di Alun-alun Wates. “Kami ingin bikin event yang sifatnya nasional. Ini pesertanya tidak hanya dari Kulonprogo,” kata Hasto.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Raden Isnanta, mengapresiasi langkah Pemkab Kulonprogo mengangkat konsep sport tourism melalui Tour De Menoreh.

Olahraga bersepeda dimanfaatkan sebagai media memperkenalkan potensi wisata. “Tapi yang paling utama, kami senang olahraga sudah jadi budaya di sini,” ungkap Isnanta.

Baca Juga :  Utamakan Danais untuk Entaskan Kemiskinan

Dia sepakat Tour De Menoreh dipakai untuk menunjukkan kepada masyarakat Jogja sudah kembali kondusif dan aman, khususnya Kulonprogo. Meski dilanda bencana alam di beberapa titik, masyarakat  bisa beraktivitas seperti biasa lagi.

Cahyana salah seorang peserta mengaku senang dengan acara ini. “Saya sering gowes bareng teman-teman. Tetapi tidak sebanyak ini. Ini menggembirakan menyehatkan dan menambah wawasan ketika bisa ngobrol dengan banyak orang di obyek wisata,” katanya.

Peserta gowes start dari Alun-alun Wates kemudian menyusuri Pengasih, Nangggulan, Sentolo, Lendah, Panjatan, Pantai Glagah. Kemudian naik Waduk Sermo dan kembali finish di Alun-alun Wates. Ada beberapa pos istirahat di sepanjang rute tersebut. (sol)