Ini Cara Ajarkan Rukun Islam

53
Siswa TK di wilayah Kabupaten Sleman ketika mengikuti kegiatan Manasik Haji Kecil 1439 H di Stadion Tridadi Kabupaten Sleman, Minggu (02/09/2018).(nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sebanyak 862 siswa Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Manasik Haji Kecil 1439 H di Stadion Tridadi Kabupaten Sleman, Minggu (02/09/2018). Seluruh siswa TK yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari 15 TK yang kemudian dibagi menjadi 10 kloter dalam pelaksanaan kegiatan manasik tersebut.

Penanggungjawab sekaligus ketua pelaksana kegiatan Manasik Haji Kecil, Aan Kurnia menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji kecil 1439 H ini merupakan agenda yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya dengan mengikut sertakan sejumlah TK yang berada di Kabupaten Sleman.

“Kegiatan yang rutin kita laksanakan ini yang pertama untuk mengenalkan rukun Islam yang telah kita sampaikan di sekolah untuk membangun karakter anak dalam meningkatkan keyakinan dan keimanannya kepada Allah,” tutur Aan.

Baca Juga :  PMKRI Bangun Bangsa dengan Semangat Pancasila

Aan juga menjelaskan tujuan lain dari kegiatan tersebut yaitu untuk membiasakan anak untuk senantiasa mengerti kegiatan ibadah yang tidak hanya ibadah shalat dan mengaji saja, tetapi juga terdapat ibadah haji, zakat dan puasa.

“Sejak dini kami kenalkan dan ajarkan kepada anak-anak mengenai kegiatan ibadah agar menjadi pondasi sejak kecil,” jelasnya.

Dalam kegiatan Manasik Haji Kecil ini, seluruh anak dikenalkan tata cara melaksanakan ibadah haji seperti melaksanakan tawaf, mengunjungi makam Ibrahim kemudian juga anak-anak dibawa berjalan menyusuri sumur zam-zam dan prosesi lainnya seperti pelaksanaan ibadah haji pada umumnya.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Iriansyah yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik serta mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Desa Pun Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Kegiatan Manasik Haji ini memang sangat diperlukan sebagai suatu proses pembelajaran bagi anak-anak agar memahami bahwa ibadah haji merupakan rukun bagi umat Islam. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi bagi anak-anak, bersosialisasi dengan anak-anak lainnya,” kata Iriansyah.

Menurut Iriansyah, ibadah haji merupakan multi dimensi dimana banyak aspek yang mendukung. Dia mencontohkan seperti aspek fisik, aspek mental juga aspek kemampuan secara keuangan.

“Banyak aspek yang harus terpenuhi ketika ingin melaksanakan ibadah haji, namun dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, anak-anak diberikan pemahaman terkait ibadah haji yang merupakan rukun Islam ini,” paparnya. (yve)