Ini Cara Driver Taksi Online Perjuangkan Kepastian Hukum

371
Launching pendirian Koperasi Carol Transmoda Perkasa, Selasa (20/02/2018), di Piramid Resto. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Keberadaan taksi online selama ini masih rentan dirugikan karena belum ada kepastian hukum. Solusinya, para driver di Yogyakarta kemudian menginisiasi pembentukan koperasi.

Koperasi yang diberi nama Koperasi Carol (Car Online) Transmoda Perkasa itu dibentuk sebagai langkah antisipasi apabila pemerintah memberlakukan kebijakan taksi online harus berbadan hukum.

“Selama ini belum ada kepastian hUkum, sementara ribuan taksi online di sudah beroperasi,” kata Petrus Surawan, Ketua Umum Koperasi Carol Transmoda Perkasa, Selasa (20/02/2018), di sela-sela launching pendirian Koperasi Carol Transmoda Perkasa di Piramid Jalan Parangtritis Sewon Bantul.

Menurut dia, taksi online sudah beroperasi namun sejauh ini masih terjadi kekosongan hukum.  Kondisi ini rawan konflik di lapangan.

Pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan Permenhub PM 26/2017 namun dianulir Mahkamah Agung hingga muncul PM 108/2017. “Itu belum dapat memberikan kepastian,” tambahnya.

Potong tumpeng menandai launching Koperasi Carol Transmoda Perkasa, Selasa (20/02/2018). (istimewa)

Petrus menambahkan, sambil menunggu regulasi yang adil bagi semua pihak, pendirian koperasi ini merupakan terobosan daripada membiarkan segalanya terjadi.

Saat ini jumlah driver taksi online mencapai ribuan orang. Sedangkan anggota koperasi Carol Transmoda Perkasa baru seratusan orang.

“Para driver ada yang masih bimbang dengan aturan pemerintah, apakah harus di bawah PT atau koperasi. Jika regulasi sudah diberlakukan, pasti banyak driver bergabung di koperasi ini,” tambahnya.

Bendahara Koperasi Carol Transmoda Perkasa, Anggoro Lubis,  menambahkan semua driver taksi online dari vendor mana pun seperti Go Car, Grab atau Uber bisa bergabung di koperasi ini.

“Semua mendapatkan hak dan kewajiban yang sama, dapat SHU dan pesangon dari setoran atau tabungan yang dihimpun,” jelasnya.

Selain itu, banyak keuntungan yang diraih jika menjadi anggota koperasi. Misalnya, bantuan mengurus  administrasi STNK dan SIM, penyediaan armada travel pariwisata maupun membantu KIR karena ada wacana taksi online harus uji KIR.

Dia mengatakan, syarat menjadi anggota koperasi cukup menyetor uang pokok Rp 500.000, iuran wajib Rp 50.000 per bulan, iuran dana sosial Rp 10.000 per bulan. Ada juga santunan yang diambil dari dana sosial Rp 10.000 per bulan. (sol)