Ini Cara Manado Menjaga Kerukunan Beragama

205
Drs Totok Sudarto MPd didampingi Dra Annihayah M Eng bertukar cenderamata dengan jajaran Pemkot Menado di Ruang Paripurna DPRD Kota Menado, Rabu (28/02/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kota Manado Sulawesi Utara (Sulut) memiliki cara sendiri menjaga kerukunan antar-umat beragama. Salah satunya melibatkan semua tokoh agama  yang berjumlah 1.200 orang bahkan mereka memperoleh tunjangan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

“Kerukunan di Manado sangat kami jaga sehingga suasananya sangat kondusif. Oleh SETARA Institute kita ditetapkan sebagai kota toleran di Indonesia,” ungkap Drs Heri Saptono, Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, saat menyambut kunjungan rombongan Pemkab Bantul di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Manado, Rabu (28/02/2018).

Didampingi Kabag Humas Pemkot Manado, Steven Runtuwene SSos, dia menyampaikan tokoh agama memiliki peran penting terutama ketika perayaan hari-hari besar keagamaan.

Di saat suatu umat merayakan hari besar keagamaan, umat yang lain bertugas menjaga. “Tidak ada suku dari manapun di sini. Namun yang ada adalah orang Manado asal Jawa, Manado asal Sumatra dan lainnya sehingga semua bersatu sebagai orang Manado,” katanya.

Untuk menjaga kerukunan, Pemkot Manado juga membuat FKUB dan Badan Kerja Sama Umat Beragama (BKUB) hingga tingkat lingkungan, sehingga terjaga suasana rukun semua umat mulai tataran pemerintahan terbawah.

“Tokoh agama ini membantu Pemkot Menado untuk menjaga kerukunan, misal dengan dakwah yang menyejukkan,” katanya.

Baca Juga :  Gerindra Kota Yogyakarta Pasang Target Dua Kursi Per Dapil

Dia mengakui, kasus intoleransi di Manado sendiri sempat ada namun dengan turunnya semua tokoh agama maka semua bisa teratasi dengan baik.

“Di sini tidak ada ormas yang dinilai radikal, semua ormas sepakat perdamaian harga mati,” katanya. Di sini, lanjut Heri, hidup berdampingan dengan beda keyakinan hal biasa dan tidak ada masalah.

Sementara Steven mengatakan pers turut menjaga kerukunan dari pemberitaan yang mereka buat, terutama untuk melawan hoaks.

Sedangkan Drs Totok Sudarto MPd mengatakan kunjungan tersebut untuk mengetahui cara Menado menjaga kerukunan umat beragama. “Kerukunan umat sangat terjaga di sini,” katanya.

Pada kunjungan kali ini, rombongan Pemkab Bantul dipimpin Asisten III Drs Totok Sudarto MPd, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bantul Dra Annihayah M Eng serta puluhan wartawan tergabung dalam Forum Pewarta Bantul (FPB).

Pada bagian lain, Heri Saptono mengatakan Pemkot Manado yang terdiri sebelas pemerintah kecamatan saat ini sudah menjadi smart city yang terintegrasi semua lini.

Ini merupakan langkah menuju kota digital guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Maka dibuatlah aplikasi pelayanan pemerintahan dan aplikasi pelayanan  publik yang kemudian terbagi dalam beberapa bagian pelaksanaan kegiatan hingga ke sistem pengawasan. Semua bisa diakses oleh masyarakat secara online.

Di Manado juga diresmikan ruang pengendali yang bisa memantau Manado dari berbagai sudut mulai kebersihan, pengaduan masyarakat, harga pokok, pelayanan Puskesmas dan sektor lain.

Baca Juga :  Kenikmatan Dunia Itu Sangat Kecil

Jika ada aduan yang masuk ruang pengendali yang diberi nama Cerdas Commant Center, akan segera dikirim ke pihak terkait guna dicarikan solusi.

Dibangun pula ruang Big Data yang memudahkan pihak manapun untuk mengakses segala  data yang dibutuhkan. “Visi kami adalah Cerdas 2021 dan kami saat ini sedang mengembangkan commont center untuk memudahkan pelayanan dan menerima aduan masyarakat,” katanya.

Cerdas merupakan akronim dari Cendekia, Ekowisata, Religius, Daya saing, Aman nyaman, Sehat sejahtera.

Selain itu Pemkot Manado di bawah pemerintahan Walikota Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA membuat program unggulan di antaranya tunjangan bagi kepala wilayah (RT) Rp 2,8 juta per bulan sesuai UMR Manado.

Adapula santunan kematian bagi warga senilai Rp 3 juta. “Kecuali meninggal karena bunuh diri atau aborsi tidak mendapat santunan,” katanya. (sol)