Ini Cara Sleman Mengurangi Permainan Harga untuk Komoditi Cabai

48

KORANBERNAS.ID—Sebagai upaya meningkatkan nilai jual cabai, Pemerintah Kabupaten Sleman mengoptimalkan fungsi Pasar Lelang Cabai. Bangsal Pasar Lelang Cabai di Sleman, berlokasi di Dusun Bunder Purwobinangun, Pakem. Fasilitas ini telah diresmikan, Kamis (06/09/2018) lalu oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Menurut Kabag Humas Sleman, Sri Winarti  bangsal pasar lelang cabai itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI.

“Pada saat peresmian bangsal tersebut, juga diadakan kegiatan Pelatihan Bimbingan Teknis Pasca Panen Cabai oleh Kementerian Pertanian 6 dan 7 September 2018,”kata Sri Winarti, Minggu (08/09/2018).

Sri Muslimatun mengatakan dengan adanya bangsal tersebut, petani cabai dapat langsung menjual hasil pertaniannya dan menghindari tengkulak. Sehingga petani mendapatkan harga yang sesuai dan terhindar dari permainan harga.

Baca Juga :  Terorisme Mengoyak Rasa Kemanusiaan

“Pasar Lelang Cabai ini untuk menyatukan penjual cabai satu pintu dan satu harga,” kata Sri Winarti.

Diharapkan, gapoktan dapat menjalin kerjasama dengan universitas dan badan penelitian dalam pengembangan dan inovasi pertanian.

Sedangkan petani, melalui bimtek pasca panen cabai diminta untuk memperdalam ilmu tidak hanya dunia pertanian, tetapi juga pengembangan pasar.

“Sleman mempunyai banyak universitas  yang unggul. Banyak profesor dan peneliti yang berasal dari Sleman. Ayo ajak kerjasama dalam menciptakan inovasi di bidang pertanian,” kata Sri Winarti.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Suwandi Aziz mengatakan, pertanian cabai terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2018 sudah mencapai 1500 hektar. Karena itu petani Sleman tahun 2016 berinisiatif untuk melakukan pemasaran dengan sistem lelang, dan semakin berkembang hingga sekarang.

Baca Juga :  Jembatan Bendoperi  Dilengkapi Pengaman Tebing

Untuk mempermudah petani dalam pengumpulannya, Suwandi Aziz menjelaskan, saat ini telah didukung oleh beberapa titik kumpul cabai yakni Tempel, Turi, Ngaglik, Kalasan, Pakem, dan Ngemplak. Selanjutnya setelah petani menyetor di titik kumpul, cabai dibawa ke Pasar Lelang Cabai untuk disortir berdasarkan kualitas dan harganya. Sementara, untuk Lelang dibuka mulai dari pukul 17.00 – 21.00 WIB.(SM)