Ini Caranya agar Lansia Tidak Malas Periksa

389
Pelayanan kesehatan bagi lansia di UPT Puskesmas Gamping I Kabupaten Sleman, Rabu (25/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan khususnya lansia (lanjut usia) di UPT Puskesmas Gamping I Kabupaten Sleman dikeluhkan. Selain waktu tunggu terlalu lama, juga tidak ada perlakuan dan sarana prasarana khusus bagi lansia.

Akibatnya, lansia maupun keluarga yang menemani lansia (caregiver) cenderung tidak sabar dan akhirnya malas periksa kesehatan secara rutin. Dari permasalahan tersebut mulai 2012 dilakukan perubahan melalui inovasi “TUA KELADI” (SanTUn LansiA KEsehatannya LAyak Diperhatikan).

Kepala UPT Puskesmas Gamping I, drg Ratih Susila, Rabu (25/10/2017) di kantornya  mengatakan melalui inovasi ini pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap lansia, berupa penyediaan ruang tunggu khusus lansia yang lebih nyaman, penyediaan toilet khusus pasien lansia, penyediaan alat bantu bagi lansia seperti kursi roda, tripot, walker, pelaksanaan tes intelegensia.

Tersedia pula layanan konseling bagi lansia penderita penyakit kronis. Mereka dapat mengakses informasi melalui SMS Gateway dengan nomor +628986014747 dan e-counseling http://pkmgamping1.slemankab.go.id/hubungi-kami/e-konseling/.

Menurut Ratih pelayanan terhadap lansia dilakukan secara one stop service. Pasien diperiksa dan dilayani di poli lansia termasuk kebutuhan obat dan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  Peras Sekolah TK, Nama Sekda Sleman Dicatut

Puskesmas juga melakukan pelayanan luar gedung atau di permukiman penduduk dengan  membentuk Posyandu dan Posbindu lansia, menggerakkan kader kesehatan lansia, senam lansia dan senam vitalisasi otak

Ada juga terapi bagi lansia penderita demensia (kepikunan) serta melakukan kunjungan rumah bagi lansia yang tidak mampu berkunjung ke Puskesmas.

Dampak positif inovasi ini antara lain terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien lansia. Pada 2012 jumlah pasien 375 orang meningkat menjadi 3.971 pada 2016. IKM meningkat dari nilai 79,66 pada 2012 menjadi 81,40 pada 2016.

Dari hasil penelitian Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta, setelah lansia mengikuti terapi tingkat kepikunan semula sedang (65,6 persen) menjadi normal-ringan (62,5 persen).

Inovasi Tua Keladi Puskesmas Gamping I bersama inovasi Sunday Morning Minggu Pahingan dari Kecamatan Sleman pada Mei 2017 berhasil meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh KemenPAN RB.

Baca Juga :  Kedokteran Nuklir Tak Lagi Jadi Fobia

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo menyampaikan inovasi ini terjamin keberlanjutannya berkat dukungan kebijakan Pemkab serta dukungan anggaran setiap tahun pada APBD Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan, Kecamatan, Puskesmas, anggaran desa dan APBN lewat BOK.

Replikasi inovasi ini sudah dilaksanakan 24 Puskesmas di Kabupaten Sleman dan menjadi media pembelajaran bagi Puskesmas daerah lain yang melakukan kaji banding, mulai dari Aceh, Balikpapan hingga Papua.

Inovasi ini juga menjadikan Puskesmas Gamping I terakreditasi Utama. Pelayanan publik di Puskesmas Gamping I pada 2014 berhasil meraih peringkat I penilaian kinerja pelayanan publik tingkat DIY.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi Puskesmas Gamping I ini karena dapat memberikan pelayanan dengan perlakuan khusus kepada lansia, tentunya upaya ini mendukung peningkatan usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Sleman dan mewujudkan Kabupaten Sehat,” kata Sri Purnomo. (sol)