Ini Caranya agar UMKM Tidak Terus Merugi

185
Branch Manager Alfamart Cilacap Andy Prastijono didampingi humas PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Afran, memberikan pelatihan manajemen ritel kepada 50 pelaku UMKM di Purbalingga. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Purbalingga, selama sehari Kamis (21/12/2017) mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), di Aula SMKN 1  Purbalingga. Selama ini, banyak UMKM tidak berkembang bahkan merugi karena pengelolaan yang asal-asalan.

“Salah satu contoh penyebab kerugian itu karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri,” ujar Andy Prastijono,  Branch Manager Alfamart Cilacap.

Agar tidak terus merugi, lanjut Andy Prastijono, para pelaku UMKM yang sebagian  besar pengusaha warung itu, mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajemen ritel.

Pelatihan semacam ini digelar rutin setiap bulan sekali di semua kabupaten di Indonesia yang memiliki jaringan Toko Alfamart.

Baca Juga :  Izin Tambang Terancam Dicabut

“Tujuannya, mengajak para UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi,” katanya.

Pada pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen.

Menurut Andy, mayoritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahui mengapa hal tersebut harus dilakukan.

Contohnya, menata atau mendisplai barang dagangan, mayoritas pemilik warung tak menerapkan kedaluwarsa yang dikenal dengan first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan.

Baca Juga :  Jemput Sultan, Jokowi Cicipi Cenil dan Lupis

“Padahal penataan barang dengan mengacu pada penanggalan kedaluwarsa dapat membantu kita memastikan produk layak jual,” kata Andy.

Dalam pelatihan tersebut peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar menarik konsumen. “Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales atau kehilangan potensi penjualan,” jelasnya.

Pelatihan manajemen ritel ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility (CSR) dari  Alfamart spada pada usaha ritel tradisional. Selain itu,  Alfamart juga memiliki program yang berorientasi membantu UMKM dengan membantu pemenuhan pasokan barang melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). (sol)