Ini Contoh Karya Peserta

366
Peserta Pembentukan Kanal Komunikasi foto bersama usai acara penutupan pelatihan, Selasa (29/08/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID –  Ada banyak pengetahuan yang diperoleh para aktivis dan pemerhati lingkungan peserta kegiatan Pembentukan Kanal Komunikasi dalam Mengembangkan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Senin hingga Selasa (28-29/08/2017), di @HOM Platinum Yogyakarta.

Meski alokasi waktu tergolong cukup singkat, kegiatan yang diselenggarakan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusra, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, membuahkan hasil, di antaranya berupa tulisan-tulisan yang khusus mengangkat isu-isu lingkungan hidup.

Inilah salah satu contoh karya peserta dari Kelompok I Kanal Komunikasi DIY yang terdiri dari aktivis pengelola sampah.

Kelola Sampah Plastik Jangan Sembarangan

MASYARAKAT bahkan pemerintah belum mengelola sampah plastik secara benar. Terbukti, banyak sampah plastik hanya dibuang sembarangan dan dibakar. Dampak yang merugikan sering tak dipikirkan.

Terhadap kesehatan, sampah plastik sangat mengganggu saluran pernapasan. Bagi lingkungan, sangat mencemari udara dan tanah. Secara sosial pun mengurangi nilai estetika.

Penanggulangan dapat dilakukan melalui promosi maupun sosialisasi pengelolaan sampah secara aktif. Upaya preventif dapat diujudkan dengan memperbanyak fasilitas pelayanan pengelolaan sampah berupa bank sampah. Upaya tersebut diharapkan dapat mengatasi sampah plastik.

Pemerhati lingkungan, Suwanto dari Gunung Kidul, DIY menyarankan perlunya mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menjaga kelestarian alam. Salah satu caranya dengan tidak membakar sampah plastik secara sembarangan.

Sampah merupakan bahan yang dihasilkan dari kegiatan dan proses produksi pada skala rumahtangga, industri, pertambangan.

Sampah dibagi menjadi sampah anorganik meliputi kertas, logam, kaca, plastik dan sampah organik. Sampah anorganik, sampah yang sulit diurai oleh proses biologis.

Sampah anorganik tidak bisa dilepas oleh organisme dalam waktu singkat. Salah satu sampah anorganik yang paling banyak dijumpai adalah plastik. Konsekuensinya sampah tersebut terakumulasi semakin banyak dan menjadi polutan pada tanah.

Sesuai UU 18/2008 pasal 1, pengelolaan sampah plastik memerlukan penanganan atau pengelolaan secara khusus. (*)

Pelatihan dengan narasumber dua orang jurnalis, Dwi Suyono dan Rulianto, berlangsung penuh keakraban, diselingi games ringan dan lucu. Di penghujung acara peserta sepakat tetap menjalin komunikasi dengan membentuk grup di media sosial.(sol)