Ini Dia Cara Kampus Jaga Peradaban Bangsa

194
Atraksi Lompat Batu asli kepulauan Nias dalam rangkaian dies natalis USD ke-62 di kampus setempat, Minggu (17/9/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perguruan tinggi (PT) memang harus berperan banyak. Tak hanya melaksanakan program tridharmanya, PT pun saat ini bertugas menjaga tantangan peradaban bangsa dan dunia.

Melestarikan budaya hingga ke level kampus menjadi salah satu upaya menjaga peradaban bangsa. Diantaranya dengan memberikan wadah bagi generasi muda untuk ikut berperan melestarikan beragam budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis USD ke-62 di kampus USD Paingan, Minggu (17/9/2017) misalnya, kampus tersebut menampilkan berbagai seni tradisional dari berbagai daerah. Mahasiswa dari beragam suku dan daerah mempertontonkan sejumlah tarian dan tradisi di hadapan ribuan civitas akademika dan masyarakat.

Sejumlah mahasiswa asal Nias misalnya yang menampilkan tarian Fahombo atau lompat batu dengan iringan tari-tarian tradisional lain. Atau mahasiswa asal Dayak yang menampilkan tari Gong dan lainnya.

Baca Juga :  Di JEC dan Tamantirto, Ribuan Orang Ikuti Sholat Ied
tugeg sundjojo/koranbernas.id

“Saat ini sedang terjadi perubahan peta kekuatan secara global, baik politik, ekonomi dan budaya. Pergerakan universitas sebagai lembaga pendidikan harus secepatnya mengikuti ritme yang ada,” ujar Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), Johanes Eka Priyatma MSc PhD disela acara.

Dicontohkan Eka, ekonomi dunia saat ini mulai bergeser ke China, termasuk kekuatan militer. Bahkan geopolitik global pun agak goncang karena pergolakan. Sebut saja di Timur tengah dan masih banyaknya persoalan radikalisme terjadi dimana-mana,” tandasnya.

“Tantangan peradaban dan peran universitas menjadi tema dies kami tahun ini karena kami merasa bangsa Indonesia kini tengah dihadapkan pada tantangan peradaban yang luar biasa. Apalagi perkembangan teknologi informasi dan sebentar lagi bahkan teknologi luar angkasa,” tandasnya.

Eka menyebutkan, USD tengah menggagas langkah strategis yang akan dijalankan untuk 2018-2022. Langkah strategis tersebut juga erat kaitannya dengan upaya menyikapi perkembangan teknologi informasi yang saat ini saja telah mengubah cara anak muda dalam mengembangkan dirinya, khususnya berpengetahuan.

Baca Juga :  Mbah Sadinah 28 Tahun Jadi Buruh Gendong

“Kami tidak ingin ketinggalan dengan perkembangan dunia. Jangan sampai universitas sendiri dianggap tempat yang sudah tidak relevan lagi sebagai lokasi berpengetahuan,” ungkapnya.

Ditambahkan Rektor, USD mencoba mengajak berpikir seluruh komponen universitas apa yang bisa mereka perbuat. Sebab untuk menjawab tantangan dalam negeri sendiri dibutuhkan peran serta semua masyarakat, termasuk dalam menghidupi reformasi.

“Untuk menciptakan sistem demokrasi politik yang menyejahterakan, kita masih berpikir masih berat karena mempertahankan dasar negara pun kita menghadapi tantangan yang luar biasa. Tapi tentu kita harus yakin bisa menjawab semua tantangan demi masa depan bangsa,” imbuhnya.(yve)