Ini Dia Ikon Seni Kota Bantul

1865
Patung jathilan di Taman Paseban yang menjadi ikon seni Bantul. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Bantul kini memiliki ikon baru berupa dua patung jathilan laki-laki dan perempuan yang terpasang di Taman Paseban Jalan Jenderal Sudirman 170 Bantul. Dua karya seni itu diluncurkan Rabu (30/08/2017) malam oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono dan Direktur Utama (Dirut) PT Bank BPD DIY, Bambang Setiawan didampingi Direktur Pemasaran Bambang Kuncoro serta Direktur Kepatuhan Santoso Rohmad.

Peluncuran patung yang ditandai dengan menarik tali selubung itu, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank BPD DIY untuk kabupaten ini.

“Bantuan CSR PT Bank BPD DIY berupa patung jathilan laki-laki dan perempuan ini merupakan bentuk kepedulian PT Bank BPD DIY kepada masyarakat Bantul,” ungkap Bambang Setiawan.

Baca Juga :  Tak Perlu Galau, Jamkesda Tetap Ada

Dengan begitu, Taman Paseban memiliki nilai tambah dan dapat dioptimalkan fungsinya sebagai area terbuka publik memperindah ibukota Kabupaten Bantul.

Keberadaan karya seni di sebuah kota, memiliki banyak manfaat setidaknya mampu membuat warganya hidup bahagia. Kota-kota terkenal di dunia seperti Paris, Roma dan Yunani, memiliki ikon yang terkenal dan menjadi daya tarik pariwisata.

Taman Paseban saat ini merupakan bagian dari kawasan yang dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau di wilayah Bantul. Untuk pemasangan dua patung itu, Bank BPD DIY mengeluarkan biaya Rp 100 juta, disertai  penambahan lampu penerangan yang memadai sehingga di malam hari Taman Paseban terlihat menarik.

Bupati Bantul Suharsono sangat mengapresiasi bantuan CSR dari Bank BPD DIY dan mendoakan perusahaan ini bertambah maju. Kepercayaan masyarakat kepada Bank BPD DIY makin bertambah.

Baca Juga :  Bacaleg Jalani Periksa Kesehatan

Menurut bupati, patung jathilan ini sekaligus untuk menggeliatkan kembali seni budaya lokal. Apalagi, kampus seni yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berada di Bantul, maka sudah selayaknya seni di Bantul bertambah maju. “Kita ingin menggeliatkan kembali seni budaya lokal agar masyarakat tidak melupakan identitas budaya,” ungkapnya. (sol)