Ini Dia Kesempatan Emas Generasi Muda Jadi Polisi  

218
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid memberi keterangan pada wartawan terkait seleksi diklat Tunas Unggul Handayani, di Wonosari, Minggu (08/10/2017). (st.aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Disdikpora) Gunungkidul membuka kesempatan bagi generasi muda utamanya pelajar, untuk mengikuti seleksi diklat Tunas Unggul Handayani.

Langkah ini sebagai tindak lanjut kerjasama dengan Polda DIY untuk mempersiapkan masuk dalam seleksi Polri. Tahun ini dibuka kesempatan bagi 40 pelajar usia 16 hingga 20 tahun.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid pada wartawan di Wonosari, Minggu (08/10/2017)  mengatakan,  dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia pemuda, Disdikpora menyelenggarakan diklat Tunas Unggul Handayani bekerjasama dengan Polda  DIY.

“Mulai Senin (09/10/2017) sampai 23 Oktober dibuka pendaftar pembinaan dan latihan bagi pelajar dan pemuda untuk disiapkan sebagai anggota Polri,”katanya.

Adapun syarat seleksi peserta pendidikan dan latihan Tunas Unggul Handayani diantaranya warga Gunungkiudl, usia minimal 16 tahun 6 bulan maksimal 20 tahun,  aktif dalam organisasi kepemudaan yang diakui oleh sekolah dan atau olahraga Kabupaten Gunungkidul dengan menunjukkan sertifikat piagam/surat keterangan. Kemudian tinggi badan dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan, pria 165 cm dan wanita 160 cm, tidak pernah mengonsumsi narkoba dan diutamakan warga kurang mampu.

“Meski diutamakan warga kurang mampu, tetapi siapa saja boleh mendaftar asalkan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan,”tambahnya.

Dijelaskan, nantinya akan dilakukan seleksi administrasi pada 17 Oktober dan bagi yang lolos akan mengikuti seleksi 18 sampai 20 Oktober.

“Nantinya akan diambil 40 orang untuk mengikuti pembinaan selama 1 minggu pada tanggal 23 sampai 28 oktober, yang dilakukan langsung dari Polda DIY,” ucapnya.

Ditambahkan Bahron, selama seminggu akan dilatih persiapan masuk Polri, sehingga bisa mempersiapkan diri sebelum mengikuti tes masuk. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menganggarkan sekitar Rp 300 juta untuk kegiatan ini.

“Kegiatan ini tidak ada jaminan bisa langsung masuk atau lolos seleksi anggota Polri tetapi paling tidak sudah dipersiapkan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta pekan lalu telah meneken nota kesepakatan bersama atau MoU dalam bidang pembinaan sumber daya manusia dan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat di Gunungkidul. Dengan MOU ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi generasi muda masuk ke kepolisian.

Dalam kesempatan itu Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri menegaskan pihaknya menjaring generasi muda, karena selama ini pemuda atau pemudi yang berasal dari Gunungkidul masih rendah masuk ke kepolisian dibandingkan daerah lain.

Dia mengatakan, padahal bibit unggul di Gunungkidul tidak kalah dengan daerah lainnya. Untuk itu pihaknya menjaring para generasi muda yang ingin masuk ke kepolisian. Dofiri menduga minimnya masyarakat yang ingin masuk ke kepolisian karena kurangnya informasi. “Padahal banyak sekali bibit-bibit unggul yang dapat menjadi petugas kepolisian yang mumpuni. Hal ini karena jangkaun informasi yang kurang,”tegasnya.

Dofiri mengakui untuk pertama di DIY ini memilih Gunungkidul menjadi pilot project programme yang dinamakan Tunas Unggul Handayani ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Tahap awal akan dipilih sebanyak 30 hingga 40 orang generasi muda sehingga dengan begitu dapat mencetak agen-agen polisi yang andal. (SM)