Ini Dia Terobosan Polres Tekan Lakalantas

220
Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiarto, Bupati Badingah dan penerima bantuan, foto bersama pada peluncuran aplikasi “Traffic Info Gunungkidul”, Senin (02/10/2017)malam.(st. aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Satlantas Polres Gunungkidul kembali melalukan terobosan baru. Dalam upaya menekan kasus kecelakaan lalu lintas, diluncurkan aplikasi “Traffic Info Gunungkidul”. Hebatnya, aplikasi ini tidak hanya menunjukkan gambar, tetapi juga suara yang mengingatkan pengguna jalan jika melalui wilayah rawan kecelakaan.

Peluncuran aplikasi “Traffic Info Gunungkidul” bersamaan peringatan HUT ke-62 Satuan Lalu Lintas, berlangsung di Taman Kuliner Wonosari, Senin (02/10/2017) malam. Hadir dalam kesempatan ini Bupati Badingah, Muspida dan jajaran Polres Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiarto menjelaskan, pembuatan aplikasi ini didasari tingginya angka kecelakaan setiap tahunnya di wilayah Gunungkidul.

Berdasarkan data, pada tahun 2016 terdapat 486 kecelakaan, dengan korban meninggal dunia mencapai 74 orang. Sementara tahun 2017 kecelakaan mencapai 340 kasus, dengan korban jiwa 62 orang.

“Korban tewas 80 persen merupakan usia produktif,”jelasnya.

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, pihaknya berinisiatif membuat aplikasi ini agar pengguna bisa berhati-hati. Aplikasi ini tidak hanya berisi peta, tetapi juga wilayah tertentu diberikan tanda, diantaranya rawan kecelakaan hingga rawan kemacetan.

Bagi pengendara tidak perlu khawatir, karena aplikasi ini bisa mengeluarkan suara peringatan saat akan melewati wilayah tersebut.

“Dengan aplikasi ini, pengendara tidak perlu memperhatikan ponsel, karena aplikasi ini bisa mengingatkan,”ucapnya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko menambahkan, aplikasi ini bisa diunduh di Google Playstore, memanfaatkan google maps, aplikasi ini juga diberikan pin atau penanda daerah mulai rawan kecelakaan hingga rawan kemacetan. Tak hanya itu, juga menunjukkan kantor polisi hingga lokasi wisata.

Saat pengguna memencet pin, bisa menunjukkan foto situasi setempat dan keterangan lokasi.

“Di dalam aplikasi ada nomor telepon langsung dapat dipencet dan terhubung ke Satlantas dan dihubungkan petugas terdekat,”ujarnya.

Mega mengaku mempersiapkan aplikasi ini sejak sebulan terakhir, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para pengguna jalan.

“Nanti akan di update setiap tiga bulan sekali,”imbuh dia.

Aplikasi ini menggabungkan antara google maps untuk petanya, dan google street sebagai penyedia foto dan situasi.

“Mirip navigator dalam rally,” tambah Mega.

Sementera Badingah menyambut baik adanya aplikasi ini. Apalagi Gunungkidul saat ini banyak dikunjungi wisatawan yang belum mengetahui kondisi geografis wilayah yang sebagian besar tikungan dan tanjakan.

Pada acara ini juga diserahkan bantuan terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Bantuan diantaranya kursi roda untuk korban kecelakaan lalu lintas hingga kakinya lumpuh.(SM)