Ini Dia, Tiga Desa Pelopor Demokrasi

306
Workshop Desa Pelopor Demokrasi di Kantor KPU Bantul, Rabu (20/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Tiga desa yakni ​Desa Dlingo, Guwosari, dan Sumbermulyo bersepakat menjalankan Program Desa Pelopor Demokrasi bersama-sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul. Kesepakatan ini tercetus dalam Workshop Desa Pelopor Demokrasi yang diselenggarakan oleh KPU Bantul pada Rabu (20/09/2017).

M Johan Komara SIP Ketua KPU Bantul mengatakan Program Desa Pelopor Demokrasi merupakan bagian dari upaya Pendidikan Pemilih yang dilakukan KPU Bantul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih, baik dalam Pemilu maupun Pemilihan.

“Pemilu serentak tahun 2019 telah dekat. Tahapan Pemilu sudah dimulai sejak 17 Agustus 2017 yang lalu. Upaya sosialisasi dan pendidikan pemilih untuk memastikan tingginya kuantitas dan kualitas partisipasi pemilih harus segera dilakukan. Program Desa Pelopor Demokrasi, merupakan bagian dari hal itu,”katanya.

Dengan program ini, maka ​ pendidikan pemilih  dikerangkai dalam bentuk Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa.

“Masyarakat di tiga desa rintisan awal ini akan ditemani untuk belajar tentang demokrasi dan kepemiluan selama 8 kali pertemuan,” katanya.

Komisioner KPU Bantul Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan dalam menyelenggarakan Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa ini, KPU Bantul bekerja sama dengan UMY dan IRE Yogyakarta.

Materi tentang Demokrasi dan Demokratisasi Desa secara umum akan disampaikan oleh UMY dan IRE sebagai upaya membangun perspektif awal, dilanjutkan dengan materi Kepemiluan oleh KPU Bantul.

“Tidak hanya berhenti pada penyerapan materi,pada pertemuan terakhir, peserta Kelas Demokrasi Desa juga akan dipandu untuk dapat merumuskan Desain Penyelenggaraan Pemilu Berintegritas dan Desain Pengembangan Demokrasi di desa masing-masing,” katanya.

Dalam workshop ini pula ketiga desa rintisan awal yang hadir sepakat untuk tidak hanya berperan merekrut peserta Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa saja, tetapi juga berperan dalam penyelenggaraannya, baik secara teknis maupun penganggarannya.

Penanggungjawab Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa mulai dari Kepala Sekolah hingga SDM yang menyiapkan perlengkapan pembelajaran adalah desa masing-masing. (SM)