Ini Gagasan Agar Raihan Zakat Capai Target

165
Sri Purnomo menandatangani kesanggupan membayar zakat profesi pada Pekan Zakat Panutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (30/01/2018). (Bid Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pegawai Negeri Sipil  (PNS) di Kabupaten Sleman pada tahun 2017 berhasil mengumpulkan zakat, infak dan sodaqoh sebesar Rp 2.726.646.471 dengan rata-rata pengumpulan per bulan sebesar Rp 227.220.000.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sleman Bidang Penghimpunan, Muh Asmuni Abdullah Thohir, pada acara Pekan Zakat Panutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (30/01/2018).

Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap jumlah zakat yang terkumpul tersebut dapat ditingkatkan lagi.

Menurutnya, Pemkab Sleman mempunyai potensi untuk mengumpulkan zakat lebih dari Rp 7 miliar tiap tahunnya. Lebih lanjut ia berharap dengan ditandatanganinya kesanggupan membayar Zakat Profesi akan mampu meningkatkan jumlah pengumpulan zakat pada tahun 2018 ini.

“Prinsipnya kita jemput bola. Karena memang zakat itu perintah untuk diambil, untuk dipungut. Dengan jemput bola semoga nanti orang yang tadinya belum sempat zakat akan sempat, yang belum banyak pemahamannya nanti pemahamannya akan semakin baik,” tutur Sri Purnomo.

Diharapkan, zakat yang dikelola oleh BAZNAS Sleman mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya harap pentasyarufan itu tidak seperti biasanya, dibagi habis. Tapi harus bisa mengentaskan kemiskinan berapa KK (Kepala Keluarga) setiap tahun, ini harus ada target. Sehingga obyek zakatnya semakin banyak, subyek atau penerima zakatnya semakin sedikit,” jelas Sri Purnomo.

Sampai dengan Desember 2017 telah ditasyarufkan dana sebesar Rp 2.880.260.000 (temasuk saldo tahun 2016). Dana tersebut telah ditasyarufkan sesuai dengan program unggulan melalui peringatan Hari Besar Islam di Masjid Agung, Safari Jumat, Safari Tarawih dan di Kantor BAZNAS.

Pekan Zakat Panutan dilaksanakan selam 5 hari, mulai Selasa 30 Januari 2018. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang beragama Islam untuk membayar Zakat Profesi.

Disamping itu, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat jendral, Lembaga Negara, Sekretariat Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah melalui Baznas.(SM)