Ini Harapan Hasto Terhadap UMKM, Terkait Keberadaan Bandara

99

KORANBERNAS.ID–Industri kerajinan termasuk salah satu penyangga kegiatan  UMKM yang besar perannya dalam perekonomian masyarakat Kulonprogo. Oleh karena itu adanya bandara internasional menjadi sebuah kesempatan untuk memajukan usaha meningkatkan kesejahteraan.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengungkapkan hal tersebut Selasa (06/03/2018).

“Karena itu usaha peningkatan produk industri kerajinan rakyat harus dipacu. Potensi yang ada kita angkat menjadi produk yang berkualitas sehingga dapat menarik pasar yang akan terbuka setelah ada bandara nantinya,” katanya.

Hasto menegaskan,  melalui Dekranas, Kulonprogo perlu membuka outlet di bandara. Dengan kualitas produk yang baik maka produk Kulonprogo akan semakin diminati pasar yang luas.

Menurut Hasto, dirinya berharap tidak hanya batik gebleg renteng yang menjadi besar. Hasto mencontohkan produk gula semut perlu digenjot.

Baca Juga :  Mereka Terpanggil Ringankan Beban Korban Bencana

“Kita perjuangkan sertifikasi natura untuk gula semut di tingkat nasional. Kalau sertifikasi organik belum diakui. Kalau sudah lolos sertifikasi natura maka pasar terbuka luas. Bisa ke hotel-hotel dan rumah makan di Indonesia,”ujarnya.

Setelah ada sertifikat, gula semut kata Hasto sebaiknya memperbaiki kemasan dengan dibungkus dalam kemasan sachet. Dengan demikian, produk ini akan dapat menjangkau pasar lebih luas.

Hasto mengakui ada kendala di tingkat bawah terkait konsistensi kualitas. “Misalnya saja ketika gula semut laku keras kemudian ada usaha yang tidak terpuji dengan memalsukannya. Gula pasir diberi warna dijual sebagai gula semut. Yang itu merugikan diri sendiri,”ujar Hasto Wardoyo.

Mengenai rencana adanya outlet Dekranas dibandara, Umbuk Haryanta dari Dekranas menyatakan siap. Dia sebagai produsen batik siap menampilkan produk  berkualitas.

Baca Juga :  Hapus Stigma Nuklir Identik Bom

“Saya kira untuk jenis produk lainnya juga harus berkualitas yang masuk di gerai bandara. Ini memang perlu pembinaan dan koordinasi,” ujarnya.

Sementara Dewantoro Kabid Perindustrian Disperindag Kulonprogo mengakui, untuk koordinasi masih perlu ditingkatkan dalam pembinaan.

“Kami dengan Dinas Tenaga Kerja berkoordinasi dengan baik. Namun memang belum dengan semua pihak,” ujar Toro.

Yang paling akhir Toro dan jajarannya membina pengrajin bambu di Kokap dan Girimulya.

“Kita lihat produk bambu di pasar yang ramai. Kita datangkan pelatih yang berpengalaman dan paham terhadap pasar,” ujar Dewantoro.(SM)