Ini Istimewanya Bawang Merah Gunungkidul

522
Petani Desa Bendung Kecamatan Semin memanen bawang merah di lahan yang relatif kering, Rabu (13/09/2017).

KORANBERNAS.ID – Tak hanya sektor pariwisata yang kini naik daun, Kabupaten Gunungkidul juga mulai menggali potensi hasil pertanian, salah satunya bawang merah.

Kelompok Tani “Ngudi Mulyo” Desa Bendung Kecamatan Semin misalnya, berhasil melakukan budi daya bawang merah di daerah yang relatif kurang air. Di atas lahan sawah seluas lebih kurang satu hektar, terlihat hamparan tanaman bawang merah siap panen.

“Rencananya panen raya bawang merah dilaksanakan 20 September ini,” ungkap Didik Rubianto, Kepala Desa (Kades) Bendung, Rabu (13/09/2017).

Ketua Kelompok Tani “Ngudi Mulyo”, Sakina, menambahkan bibit bawang merah ini merupakan bantuan dari pemerintah dan dipilih varietas dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Begitu ditanam di daerah agak kering yang artinya tidak terlalu banyak butuh air, ternyata hasilnya istimewa.

“Bawang merah dari Gunungkidul ini warnanya lebih pekat daripada bawang merah di daerah lain. Karena faktor air, lebih tahan simpan daripada produk pertanian dari daerah lain,” ungkapnya.

Dia mengakui, tanaman bawang merah memang perlu banyak air tapi untuk jenis yang satu ini airnya tidak terlalu berlebih. Estimasinya, dari satu kilogram bibit menghasilkan maksimal 14 kg. Apabila bibit yang ditanam sejumlah total 8 kuintal maka hasil panen bawang merah nantinya minimal bisa mencapai 8 ton. Adapun masa tanam 68 hari sampai 70 hari.

Soal pasar, Sakina tidak khawatir karena banyak pedagang pasar berminat membeli. Harganya? “Sesuai harga pasar Rp 15.000 per kilogram,” ucapnya. (sol)