Ini Keunggulan Ketela Gatotkaca, Varietas Baru dari Gudang Gaplek  

867
Sejumlah pejabat Pemkab Gunungkidul secara simbolis melakukan penanaman ketela pohon. (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kabupaten Gunungkidul selama ini memang sudah dikenal sebagai gudang gaplek. Predikat ini terus dilestarikan bahkan ditingkatkan. Salah satu upayanya melalui berbagai terobosan, dengan budidaya ketela pohon varietas baru.

“Melimpahnya potensi lokal khususnya ketela pohon diharapkan dapat dipadukan dengan perkembangan wisata,” kata Drajad Ruswandono, Sekda Gunungkidul, pada launching pembibitan ketela pohon varietas Gatotkaca di Desa Kemiri Kecamatan Tanjungsari, pekan lalu.

Ubi kayu, kata dia, turunannya diharapkan dapat diolah menjadi oleh-oleh khas daerah. “Keunggulan ketela Gatotkaca terletak pada hasil buah yang besar dan banyak,” jelasnya.

Dengan potensi luas lahan lebih dari 50 hektar, bisa dikembangkan dan hasilnya maksimal. Idealnya luas lahan 1 hektar itu bisa menghasilkan 25 ton, namun belakangan masih 15 ton per hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan ketela pohon jenis Gatotkaca banyak disukai petani karena memiliki kandungan tepung tinggi.

“Varietas ketela pohon Gatotkaca banyak ditanam oleh petani untuk dibuat bahan baku ketela kering atau gaplek,” katanya.

Untuk memaksimalkan produktivitas dan mengejar target nasional 25 ton per hektar, Gunungkidul bekerja sama dengan berbagai pihak berkomitmen memulihkan tanaman ketela pohon varietas lokal untuk dijadikan benih terbaik. (sol)