Ini Kisah Bocah yang Belum Pernah Makan Kue Tart

208
Anak-anak PAUD dengan wajah berbinar menerima potongan tart dari Ketua PKK RW 08 Ny Sri Mulyani Santosa. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Menur 8 di RW 08 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, Sabtu (10/02/2018) sore, memperingati ulang tahun di Pendapa Wisanti.

Usai melafalkan doa-doa pendek, melakukan senam dan bernyanyi bersama kemudian dilakukan potong kue tart yang dibawa ketua PKK RW 08 Sri Mulyani Santosa.

Acara inilah yang ditunggu anak-anak. Ny Sri Mulyani kemudian menaruk roti di kertas kue tertata di meja. Anak-anak pun segera berlari mengelilingi meja sambil memandang potongan tart dengan penuh harapan segera menikmatinya.

Akan tetapi, demi tertib supaya tidak berebut, Ny Partono mengabsen satu-satu muridnya untuk menerima tart dari ketua RW.

Ada yang sangat menarik saat menjelang pembagian kue. Iham yang berdiri mepet meja, memandang tart tersebut dengan beberapa kali menelan air liur. Bocah itu sepertinya tampak sangat kemecer.

Meski diajak bicara, tapi mata beningnya tidak lepas memandang potongan tart di meja. Jakun di lehernya beberapa kali naik turun bahkan memunculkan suara cleguk.

Pengin makan tart itu, ya Nak?” tanya koranbernas.id.

Bocah berusia empat tahun itu pun mengangguk.

Baca Juga :  DPRD DIY Dorong Pemda Putus Lingkaran Kemiskinan

“Belum pernah makan seperti itu, ya? tanya koranbernas.id lagi.

Tanpa melepas pandang dari tart yang sangat menarik baginya, Ilham hanya menggelengkan kepalanya.

Wajahnya begitu berbinar tatkala gilirannya tiba menerima tart yang dipotong relatif tebal. Dia kemudian bergegas bergabung bersama teman-temannya menikmati sajian istimewa di ulang tahun PAUD itu.

Pindah hari

Selama ini PAUD Menur 8 digelar setiap tanggal 10, 20 dan 30. Memang belum seluruh anak pra-TK di kawasan itu aktif bergabung dengan PAUD, tetapi kegiatannya rutin berjalan. Belakangan kebetulan diadakan bersamaan dengan TPA, hanya sedikit sekali yang hadir.

Oleh karenanya, Ny Sri Mulyani mengusulkan diubah jadwalnya menjadi setiap Sabtu sehingga tidak akan memungkinkan harinya berbenturan dengan TPA. Usul tersebut disetujui oleh ibu-ibu yang sore itu mengantar anak atau cucunya.

Baca Juga :  Masih Tersisa Empat Jeruk Bali di Atas Tambir  

PAUD Menur 8 diasuh tiga guru. Masing-masing Ny Partono, Ny Utami Sofyan Abidin serta Ny Tyas, di bawah koordinator Ketua PKK RW 08. (sol)