Ini Lho Peluang Terbaik Developer Hadapi Lesunya Perekonomian

311
Penyerahan penghargaan Golden Property Awards oleh Bank BTN di Jakarta pada Senin kemarin.

KORANBERNAS.ID – Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tak sekencang yang diharapkan, para pengembang atau developer harus tetap optimis menyongsong masa depan. Terlebih di tengah resiko pelambatan ekonomi di tahun depan karena situasi politik seperti Pilkada, dan persiapan pemilu legislatif serta pemilu presiden yang berlangsung serentak.

Salah satu peluang besar yang masih dapat digarap developer adalah pengadaan rumah hunian untuk masyarakat miskin atau ekonomi menengah ke bawah. Backlog kebutuhan akan perumahan rakyat sampai saat ini diperkirakan masih mencapai 11 juta unit di seluruh Indonesia.

Angka yang besar itu terungkap pada acara talkshow yang menghadirkan sejumlah developer, usai penyerahan BTN Golden Property Award 2017 di Jakarta. Acara yang digelar, Senin (11/9) siang, di Raffles Ciputra World Kuningan Jakarta Pusat itu merupakan bentuk penghargaan bagi pengembang beprestasi dengan realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN tertinggi dengan berbagai kategori untuk tingkat nasional.

Baca Juga :  Korban Tanah Longsor Usung Kasur Cari Tempat Aman

Talkshow menampilkan para pengembang raksasa seperti konglomerat James Riyadi dengan Grup LIPPO-nya, Sumarecon Agung dan Intiland Group. juga dihadiri Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mewakili pemerintah serta asosiasi pengembang dari Real Estate Indonesia (REI).

Untuk mencapai angka itu masih dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Pengadaan rumah rakyat kecil ini merupakan bagian dari dukungan program Sejuta Rumah untuk Rakyat dari Presiden Jokowi .

Agar dapat mewujudkannya, para pengembang berharap dukungan pemerintah dengan lebih banyak merangkul pihak swasta. Di antaranya dengan memberikan kemudahan proses perizinan dan insentif pajak bagi rumah murah.

Pengembang penerima award  untuk kategori rumah nonsubsidi di antaranya ISPI Group dengan realisasi KPR senilai Rp 200 miliar.  Kedua diraih Grande Group dengan realisasi KPR Rp 140 miliar. Penyerahan dilakukan Dirut Bank BTN Maryono serta Dirjen Pembiayaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Tepat 2 Tahun 2 Hari Menjabat, Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditahan KPK

CEO Grande Group  Ari Wuryono SE usai menerima award  menjawab pertanyaan Koran Bernas mengatakan, ini merupakan penghargaan tahunan sejak 2014  yang digelar oleh BTN bekerjasama dengan Indonesian Property Watch. Menurut alumnus SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta serta Fakultas Ekonomi UGM tersebut, kriteria rumah rakyat non subsudi tersebut dengan kisaran di atas harga Rp 140 juta per unit.

“Pada tahun 2016 perusahaan kami berkontribusi 1.600 unit. Sedang tahun 2017 ini sedang membangun rumah non subsidi 800 unit dan subsidi 1.200 unit.Tersebar di beberapa lokasi proyek di daerah Depok dan Bogor serta daerah sekitar,” katanya.  (ros)