Ini Manfaatnya Anak Memiliki Kartu Identitas

609
Kepengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman akan cepat jika persyaratan lengkap. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Selama ini, kartu identitas penduduk hanya dimiliki oleh warga berusia 17 tahun ke atas, yakni berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara untuk anak usia 0 hingga 17 tahun, belum memiliki kartu identitas tersendiri.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Peraturan Mendagri Nomor 2 tahun 2016 yang mengatur Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 sampai 17 tahun.

“Pemberian identitas kependudukan kepada anak melalui KIA ini akan mendorong pendataan, perlindungan dan pelayanan publik,”kata Jazim Sumirat, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman di kantornya, Rabu (24/01/2018).

Menurut Jazim, pelaksanaan pelayanan penerbitan KIA di Kabupaten Sleman telah diatur dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 39 Tahun 2017. Pihaknya kemudian melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan Perbup tersebut kepada masyarakat.

“Setelah perangkat hukumnya siap, sarana, dan prasarana juga sudah siap, kita lakukan sosialisasi 28 November 2017 lalu. Secara langsung kita undang semua komponen masyarakat, perwakilan desa, PKK, dan lain sebagainya,”tutur Jazim.

Jazim menjelaskan melalui sosialisasi yang berkelanjutan, pihaknya berharap masyarakat khususnya orang tua dapat mengetahui niat baik pemerintah dalam rangka pemberian identitas legal kepada anak-anak.

“Kalau anak-anak sudah memiliki kartu itu berarti pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah akan jauh lebih mudah. Misalnya untuk pengurusan tiket kereta api, tiket pesawat, sekarang kan membutuhkan nomor induk kependudukan, anak bisa menggunakan nomor identitas pada KIA,” jelas Jazim.

Baca Juga :  Para Wanita, Ayo Deteksi Dini Kanker Serviks

Selain itu, dituturkan Jazim dengan KIA yang secara pribadi dibawa oleh anak, masyarakat dapat dengan mudah melacak identitas anak apabila terjadi sesuatu hal.

“Kan di sana ada nama orangtuanya, sehingga apabila terjadi suatu peristiwa di jalan, bisa dicari NIK orang tuanya, bisa dihubungi alamatnya,”tambah Jazim.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Dukcapil Sleman, potensi anak di bawah 17 tahun di Kabupaten Sleman mencapai 260 ribu. Sementara, jumlah pemohon KIA dari tanggal 28 November 2017 hingga 16 Januari 2017 mencapai 20.149 anak dan jumlah KIA tercetak baru berjumlah 5.399 kartu.

Jazim mengakui bahwa banyaknya jumlah pemohon ini belum bisa dibarengi dengan kemampuan mencetak KIA setiap harinya.

“Untuk penyelesaian pembuatan KIA, standar tiga hari sepanjang tidak over,” ungkapnya.

Jazim membeberkan dengan 2 set sarana dan prasarana serta 2 petugas pencetak KIA, rata-rata per hari Dinas Dukcapil hanya bisa mencetak 200-300 KIA. Sehingga untuk menyelesaikan berkas permohonan yang sudah masuk, membutuhkan waktu 100 hari atau 3 bulan.

Tak hanya itu, jumlah pemohon yang mencapai lebih dari 20 ribu ini juga diwaspadai oleh Dinas Dukcapil mengingat ketersediaan blangko yang hingga saat ini hanya ada 24 ribu lembar.

“Bisa dibayangkan kalau satu hari ada 500-900 orang yang memohon sementara ketersediaan blangko kan hanya 24 ribu maka diperkirakan seminggu ke depan jumlah blangko KIA sudah habis,”imbuhnya.

Baca Juga :  BPD Harus Awasi Kinerja Lurah

Melihat hal ini, Dinas Dukcapil menargetkan pengadaan blangko sebanyak 70 ribu untuk tahun 2018.

Sari Isti Karini, salah satu orang tua pemohon KIA dari Godean menyampaikan bahwa pengajuan permohonan KIA yang dilakukannya atas dasar kesadaran sendiri.

“Sebenarnya sebelum anak saya lahir, saya sudah tahu kepengurusan KIA itu seperti apa,” cerita Isti.

Melihat perlunya seorang anak untuk memiliki kartu identitas sendiri, Isti bersedia mengantre blangko yang pukul 08.00 pagi biasanya sudah habis diserbu pemohon.

“Anak itu setelah lahir dibuatkan akta kelahiran, KK, kemudian KIA agar dapat memperjelas status anak. Lebih jelas seperti KTP,” lanjut Isti.

Isti membeberkan proses pengurusan KIA yang dijalaninya terbilang cukup mudah. Syarat-syarat administratif yang perlu dilengkapi, seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orangtua, dan pas foto sudah disiapkannya sebelum datang ke Dinas Dukcapil Sleman. “Masyarakat harus siap untuk melengkapi syarat-syaratnya. Kalau masyarakat sudah siap dengan syarat-syaratnya maka kepengurusannya mudah,”urainya.

Ke depan, Isti berharap berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat disinergikan dengan adanya KIA ini.

“Saya siap-siap saja dari sisi administrasi. Harapannya, kalau nanti ada kebijakan-kebijakan pemerintah, mungkin bisa lebih dimudahkan,”kata Isti. (SM)