Ini Manfaatnya  Jika Perusahaan Konsisten Terapkan SNI

168
Kukuh S Achmad bertukar cenderamata dengan Darmadi, Jumat (16/03/2018) pada acara penerimaan kunjungan BSN bersama jurnalis. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Perusahaan atau industri yang konsisten menerapkan SNI (Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia, diyakini akan memperoleh banyak manfaat. Selain produknya makin dipercaya masyarakat, juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad, Jumat (16/03/2018), tatkala bersama-sama media massa melakukan kunjungan ke PT Tigaraksa Satria Tbk.

Unit usaha Manufacturing Services yang berlokasi di Jalan Cangkringan Km 1,5, Dhuri Tirtomartani Kalasan Sleman ini merupakan penerima SNI Award tahun 2015 dan telah membuktikan komitmennya menerapkan SNI.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan para penerima SNI Award ke masyarakat agar bisa menjadi inspirasi terutama terutama bagi industri atau organisasi lain, sekaligus untuk menambah wawasan jurnalis terkait penerapan SNI di lapangan.

“SNI Award adalah bukti konsistensi perusahaan menerapkan SNI sekaligus menjadi role model bagi industri atau organisasi lain untuk menerapkan SNI,” ungkap Kukuh didampingi Denny Wahyudhi, Kasubag Pers dan Media Massa BSN.

BSN yang berkantor di Gedung BPPT Jalan MH Tamrin Jakarta tersebut, terus mendorong industri untuk menerima SNI secara sukarela.

Baca Juga :  DPRD DIY-Parampara Praja Bahas Evaluasi Danais

“Hingga saat ini kami sudah menetapkan 11.670 SNI. Dari angka tersebut 9.795 SNI masih berlaku. 2016 SNI diberlakukan wajib oleh instansi teknis. Artinya sebanyak 9.589 SNI bersikap sukarela,” kata Kukuh S Achmad.

Penerapan SNI secara sukarela sangat diperlukan mengingat konsumen sekarang sudah mulai cerdas memilih produk barang maupun jasa.

“Publikasi tentang pentingnya SNI semakin mengingatkan masyarakat akan masalah keamanan dan keselamatan serta kesadaran untuk meningkatkan produk mereka,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan BSN dan Jurnalis ke PT Tigaraksa Satria Tbk, Jumat (16/03/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id).

PT Tigaraksa Satria adalah salah satu dari sekian banyak industri yang secara sukarela menerapkan SNI. Sejumlah standar yang telah diterapkan secara konsisten oleh perusahaan ini antara lain Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2008, Sistem Keamanan Pangan SNI ISO 22000:2009 dan SNI ISO/IEC 17025:2008.

“Ini membuktikan bahwa menerapkan SNI tidak harus “dipaksa” melalui regulasi atau pemberlakukan SNI secara wajib,” tegas Kukuh  S Achmad.

Sementara itu, Factory Manager PT Tigaraksa Satria Tbk, Darmadi, menyampaikan sertifikat SNI menambah kepercayaan perusahaan untuk bisa bersaing.

“Diraihnya penghargaan Emas Kategori Perusahaan/Organisasi Besar Jasa di ajang SNI Award 2015 telah memberikan kepercayaan kepada prinsipal untuk meningkatkan kerja sama di bidang produksi dan pengemasan produk susu bubuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Sultan Jenguk Pengungsi Korban Banjir

Kepercayaan ini, lanjut dia, sejalan dengan pernyataan pengamat ekonomi Rhenal Kasali yang mengatakan perusahaan akan mendapatkan banyak keuntungan dengan mengikuti SNI Award, salah satunya meningkatkan kepercayaan konsumen atas produknya.

Lebih lanjut Darmadi menjelaskan, Unit Usaha Manufacturing Services adalah salah satu bidang usaha PT Tigaraksa Satria Tbk, yang memanfaatkan fasilitas produksi di Sleman. Mulai beroperasi 2006, unit usaha ini bergerak di bidang layanan jasa produksi dan pengemasan susu bubuk untuk principal.

Kapasitas produksi yang tersedia hingga saat ini sebesar 11.000 ton per tahun dan mampu menaikkan local content dari 40 persen di 2014 menjadi 43 persen di tahun 2015. Unit usaha ini juga berhasil menurunkan turn over karyawan dari 0,7 di tahun 2013 menjadi 0,6 di tahun 2014 dengan zero safety accident.

PT Tigaraksa Satria Tbk awalnya merupakan bisnis keluarga yang didirikan oleh Widjaja pada tahun 1919. Sebagai perusahaan perdagangan, bisnis itu secara bertahap berkembang dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Berbekal ketekunan dan semangat adaptif perusahaan ini tetap berdiri tegak hingga sekarang. (sol)