Ini Penjelasan Ahli Waris PB X Soal Lahan NYIA

922
Ahli waris PB X selaku pemilik sah lahan NYIA menunjukkan dokumen asli dan sah dalam konferensi pers di Core Hotel Yogyakarta, Senin (05/03/2018).

KORANBERNAS.ID – Ahli waris Pakubuwono (PB) X yaitu Muhammad Munnier Tjakraningrat dan Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat selaku pemilih lahan seluas lebih kurang 1.293 hektar di lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Temon Kulonprogo, Senin (05/02/2018), menyatakan pihaknya sangat setuju dengan dibangunnya bandara baru sebagai pengganti Bandara Adisutjipto tersebut.

Penegaskan ini disampaikan dalam konferensi pers di Core Hotel Yogyakarta Jalan Laksda Adisutjipto Km 8 Sleman. Cucu PB  X  itu menegaskan, berdasarkan fakta-fakta historis, sudah jelas lahan tersebut merupakan milik ahli waris yang asli dan sah secara hukum.

Muhammad Munnier Tjakraningrat dan Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat mengatakan pihaknya perlu menyampaikan ke publik sehubungan sudah diterimanya kekancingan silsilah dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada 1 Maret 2018.

Saat ini, sidang gugatan kepemilikan lahan bandara tersebut sedang diproses di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Satu rangkaian dengan proses hukum tersebut, Muhammad Munnier Tjakraningrat dan Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat, pada akhir Februari 2018, juga melapor ke Bareskrim Polri terkait adanya dugaan pemalsuan akta otentik dan dugaan penggelapan dokumen oleh pihak lain yang mengaku-aku sebagai ahli waris PB X.

Juru Bicara (Jubir) Keluarga Besar PB X-GKR Mas, Mohammad Andree Tjakraningrat, mengatakan selaku ahli waris yang asli pihaknya memiliki bukti-bukti sangat kuat. “Kami memiliki bukti-bukti berupa dokumen RvE atau Eigendom,” ungkapnya.

Jika kemudian ada kelompok lain mengaku sebagai ahli waris PB X-GKR Mas, hal itu jelas-jelas tidak sesuai dengan silsilah dan kekancingan yang asli.

Mohammad Andree Tjakraningrat menegaskan, kedudukan ahli waris sudah diperkuat dengan kekancingan atau keputusan dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dalam kesempatan itu ditunjukkan silsilah serta kekancingan yang asli, termasuk yang baru saja diterima dari Keraton Yogyakarta. Selain itu, juga ditunjukkan foto-foto keluarga besar PB X.

Alhamdulillah dan rasa syukur serta doa kami panjatkan kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Setelah satu tahun lebih kami ahli waris asli yang sah secara hukum dari GKR Pembayun (nama kecil Sekar Kedhaton Kustiyah) berjuang dan berjihad untuk kebenaran silsilah Ibu dan Eyang-eyang kami, pada akhirnya kami menemukan kebenaran secara terang benderang,” paparnya.

Muhammad Munier Tjakraningrat dan Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat merupakan ahli waris dan keturunan yang asli, sah dan benar menurut hukum dari Gusti Kanjeng Ratu Pembayun (nama kecilnya Sekar Kedhaton Kustiyah).

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun merupakan anak satu-satunya dari Pahlawan Pergerakan Nasional, yaitu Pakubuwono X (Malikoel Koesno) dengan Permaisuri GKR Mas (Moersoedarinah).

Malikoel Koesno atau dikenal dengan Pakubuwono X merupakan Raja dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang menikah dengan Permaisuri, GKR Mas atau nama kecilnya Moersoedarinah (anak dari Sultan Hamengku Buwono VII), memiliki putri satu-satunya yang bernama GKR Pembayun (nama kecil Sekar Kedhaton Kustiyah).

Kemudian GKR Pembayun Menikah dengan MR RAAH Mohammad Sis Tjakraningrat pada 3 Desember 1945 dan memiliki empat anak yang sah bernama  BRAy Koes Siti Marliyah, (Almh) BRAy Koes Sistiyah Siti Mariana, BRM Muhammad Munier Tjakraningrat, BRM Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat.

“Keterangan ini didukung oleh Penetapan Ahli Waris Pengadilan Agama Sukoharjo dengan nomor 022/Pdt.P/2009/PA.Skh, tertanggal 15 Oktober 2009,” kata Mohammad Andree Tjakraningrat. (sol)