Ini Penyebab Kecelakaan Laut di Gunungkidul

344
Petugas Tim SAR melakukan penyelamatan korban kecelakaan laut di kawasan pantai selatan di Gunungkidul. Petugas memasang rambu larangan mandi di laut. (st aryono/koranbernas.id)

KORBANBERNAS.ID — Sikap ngeyel atau membangkang para wisatawan yang nekat mandi di laut, bukan satu-satunya penyebab jatuhnya korban kecelakaan laut di wilayah Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul. Kurangnya sarana prasarana serta fasilitas yang dimiliki tim SAR (Search and Rescue), ternyata secara langsung menjadi salah satu pemicu jatuhnya korban.

Kabupaten Gunungkidul dengan panjang pantai sekitar 80 km, selama ini hanya dijaga oleh 57 personel SAR. Mereka ini selama 24 jam bertugas di 16 titik pantai yang selalu dipadati wisatawan.

“Berdasarkan analisa di lapangan, sebenarnya kami butuh paling tidak 85 anggota. Berbagai usulan ke Satpol PP DIY dan Gunungkidul sudah sering kami sampaikan, namun tidak ada perubahan,” kata Surisdiyanto, Sekretaris Korwil II Sarlinmas Gunungkidul, pekan lalu.

Baca Juga :  Ada Pedagang yang Mulai Nakal

Dia mencontohkan Pantai Sepanjang dengan panjang pantai 1.500 meter, pada hari libur paling tidak dikunjungi 10.000 wisatawan. Namun selama ini hanya ada tiga anggota SAR. Padahal idealnya ada delapan anggota.

Begitu juga Pantai Baron rata-rata setiap hari libur dikunjungi 20.000 wisatawan, hanya dijaga 15 anggota, jauh dari angka idealnya yang seharusnya 20 orang petugas.

Tidak hanya itu. Sarana dan prasarana, juga jauh dari mencukupi. Kapal Jet Sky yang seharusnya ada lima unit, baru ada satu unit. Kapal jungkung baru ada dua unit, padahal kebutuhannya empat unit.

Motor trail untuk patroli di kawasan pantai baru ada satu unit, idealnya paling tidak 16 motor untuk patroli di 16 titik pantai padat wisatawan. Begitu juga berbagai kelengkapan pertolongan korban di antaranya baju pelampung, juga jauh dari mencukupi.

Baca Juga :  Wisatawan Hilang Ditelan Ombak Pantai Baron

Kasat Pol PP Gunungkidul, Dwi Warna Widi Nugraha mengakui kurangnya fasilitas untuk menunjang tugas Tim SAR. “Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama. Namun, kami setiap tahun selalu menambah fasilitas. Memang, tidak bisa sekaligus. Harus bertahap,” tuturnya. (ryo)