Ini Sebabnya Pengelolaan Cagar Budaya Tak Optimal

257

KORANBERNAS.ID — Kelembagaan yang mengurusi cagar budaya dan kebudayaan di Kabupaten Kebumen kurang ideal. Lembaga yang ada hanya setingkat seksi atau pejabat eselon IV.

Setidaknya lembaga yang  mengurus kebudayaan, salah satunya cagar budaya, setingkat lebih tinggi. Ini yang menyebabkan pengelolaan cagar budaya kurang optimal.

“Di Jawa Tengah, hanya Kebumen kebudayaan diurus setingkat seksi, lainnya bidang,“ kata Ismaun, Kepala Seksi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebumen kepada koranbernas.id, Selasa (31/10).

Seksi Kebudayaan yang ia pimpin hanya ada tiga staf, sehingga  tidak bisa semua urusan kebudayaan ditangani dengan baik. Idealnya urusan kebudayaan dipimpin seorang pejabat Kepala Bidang dan tiga Kepala Seksi.

Ketika dimintai informasi seputar cagar budaya di Kebumen, Ismaun  hanya bisa menyebutkan, jumlah cagar budaya ada 45, sebagian besar berupa rumah dan tempat peribadatan.

Baca Juga :  Menunggu Aksi Panggung Via Vallen di Alun-alun Wonosari

Di seksi ini tidak tersedia informasi tentang sejarah cagar budaya.  Sejarah cagar budaya yang mungkin dimiliki pemilik atau ahli waris  cagar budaya, belum sempat dihimpun Dinas Pendidikan  Kebumen. “Yang memiliki sejarah ahli waris atau yang menguasai cagar budaya,“ kata Ismaun.

Informasi situs lingga dan yoni di Desa Sumberadi Kecamatan Kebumen, misalnya, hanya tersedia data jenis batuan lingga dan yoni tersebut serta status benda cagar budaya yang menjadi aset desa itu.

Sejarah lingga dan yoni tidak tersedia di Dinas Pendidikan Kebumen. Di lokasi itu pun sulit diperoleh sumber sejarah tertulis sebab tidak ada informasi tertulis mengenai sejarah situs itu. (sol)