Ini  yang Harus Dibangun agar Indonesia Bangkit

223
Anggota DPR RI Drs HM  Idham Samawi menyampaikan materi saat Dialog Kebangsaan di Rumah Budaya Tembi, Senin (22/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Nilai-nilai kebangsaaan harus ditanamkan di negara Indonesia sehingga bisa bangkit dari berbagai keterpurukan.

“Untuk itulah kami melaksanakan diskusi kebangsaan ini sudah ke-12 kalinya untuk putaran tahun 2017. Ini masih pembahasan atau wacana di awang-awang, dan tahun 2018 adalah aplikasinya,’” kata Sugeng Wiyono, Sekretaris Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) DIY di sela-sela Dialog Kebangsaan yang digelar PWS di Rumah Budaya Tembi, Senin (22/01/2018).

Narasumber yang tampil adalah anggota DPR RI Drs HM Idham Samawi dan Prof Suminto A Sayuti dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Menurut Sugeng, dari dialog  selama 12 kali tersebut pihaknya kemudian membuat resume untuk diserahkan kepada pihak terkait termasuk pemerintah. Resume itu akan dibuat kebijakan  untuk membangun nilai-nilai kebangsaan di negera ini.

“Ada banyak hal yang harus dilakukan agar bangsa ini bisa bangkit dari berbagai keterpurukan berdasarkan diskusi yang telah kita lakukan,” katanya.

Di antaranya, mengamalkan Pancasila dengan mengutamakan  sistem musyawarah mufakat, bukan one man one vote. Selain itu, juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong dan juga memupuk persatuan dan kesatuan di seluruh anak bangsa.

Jika pada 2017 baru sebatas pembahasan, maka pada 2018 akan lebih kepada aplikatif. Misalnya bagaimana mendampingi dan membangun usaha  yang lebih memberdayakan masyarakat sekitar.

“Bagaimana mengembangkan budaya yang berbasis pada seni warisan nenek moyang. Bagaimana menanamkan budi pekerti kepada generasi penerus bangsa,” kata dia.

Sementara Drs HM Idham Samawi mengatakan semua pihak harus kembali kepada dasar negara Pancasila untuk mengobati berbagai penyakit bangsa.

“Semua elemen, termasuk para pemimpin kita harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Segala kebijakan harus melindungai segenap tumpah darah Indonesia,” katanya. Artinya,  semua bermuara bagi kepentingan masyarakat. (sol)