Ini yang Tidak Dimiliki Negara-negara Timur Tengah

163
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI silaturahim di Pondok Pesantren Diponegoro Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Sleman, Rabu (28/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menghadiri silaturahim yang diadakan Polda DIY dan Polres Sleman, Rabu (28/02/2018), di Pondok Pesantren Diponegoro Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok.

Silaturahim untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan antarwarga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kali ini, merupakan langkah Kapolda DIY dan Kapolres Sleman mencegah terjadinya aksi yang dapat meresahkan masyarakat.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi mengatakan masyarakat dan santri jangan mudah terprovokasi menanggapi isu terkait penyerangan ulama yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Kalaupun aksi itu mencuat, dikhawatirkan ada pihak yang ingin memperkeruh suasana sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Memang faktanya ada beberapa penyerangan terhadap pemuka agama di beberapa tempat. Tapi di berita, terutama di media sosial, kabar ini digoreng sedemikian rupa sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. Ada pihak yang ingin memperkeruh suasana,” kata Dofiri.

Dia mengapresiasi kiprah pondok pesantren yang selama ini teruji komitmennya menjaga keutuhan NKRI. Pondok pesantren selalu menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada para santrinya.

Semangat cinta tersebut harus selalu digelorakan demi terwujudnya perdamaian di masyarakat.

“Konsep Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang dicetuskan para ulama terdahulu itu baik sekali. Ini yang tidak dipunyai negara-negara di Timur Tengah, sehingga sering terjadi konflik atas nama agama,” jelasnya.

Sri Purnomo mengungkapkan Kabupaten Sleman ibarat dikelilingi pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah atau yang lainnya.

Dia yakin, seluruh pondok pesantren selalu berpatokan pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan bernegara. “Harapannya dengan dikelilingi Pondok Pesantren seperti ini, tercapai Sleman Sembada yang Agamis,” ungkap Sri Purnomo.

Masyarakat jangan mudah terpancing menyikapi beberapa isu sensitif yang sedang berkembang. “Semoga masyarakat tidak mudah terpancing dan menjaga Kabupaten Sleman supaya tetap kondusif,” tuturnya. (sol)