Inilah Empat Target Operasi Keselamatan Progo 2018

638
Apel siaga Operasi Keselamatan Progo 2018 di Mapolda DIY, Kamis (01/03/2018). (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Selama tiga pekan ke depan terhitung mulai 1 Maret 2018, seluruh jajaran kepolisian menggelar Operasi Keselamatan atau yang dulu populer dengan sebutan Operasi Simpatik. Operasi ini serentak digelar di seluruh Indonesia.

Dirlantas Polda DIY Kombes Polisi Latif Usman kepada sejumlah media, Kamis (01/03/2018), menuturkan tujuan utama pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2018 kali ini untuk meningkatkan kesadaran akan etika dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Nantinya kita tidak hanya melakukan model 21 (razia di tempat) tetapi juga nanti ada hunting bagi pengendara yang melanggar,” ujarnya.

Latif Usman menekankan selain penegakan hukum, pendekatan preventif dan preemtif seperti sosialisasi ke masyarakat akan ditingkatkan selama operasi berlangsung.

“Tetapi yang paling diperbesar adalah menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat ini. Kita akan mendatangi kelompok, organisasi, sekolah dan komunitas di masyarakat. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan agar mereka mau mengutamakan keselamatan,” ungkap dia.

Baca Juga :  Burung Putih di Pundak Prof Siti Malkhamah

Empat sasaran

Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri usai memimpin apel siaga Operasi Keselamatan Progo 2018 di Mapolda DIY menyebutkan, ada empat target utama yang akan dibidik dalam operasi kali ini.

“Pertama, yang melawan arus, terutama sepeda motor ini kan membahayakan. Kedua, menggunakan handphone saat berkendara. Ketiga, berboncengan lebih dari satu, dan yang keempat, pengendara yang masih di bawah umur,” tutur Kapolda.

Dari empat target utama itu, Kapolda menekankan akan menindak tegas pengendara yang melawan arus dan anak-anak yang masih nekat mengendarai motor.

“Itu kan berbahaya. Orangtua harusnya jangan membiarkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor,” terangnya.

Kapolda menyatakan sikap simpatik akan lebih dikedepankan dalam pelaksanaan operasi yang berlangsung 21 hari ini. Tujuannya agar masyarakat tumbuh kesadaran akan keselamatan dalam berlalu lintas.

Baca Juga :  Palbapang Resmi Sebagai Rintisan Desa Budaya

“Kita lakukan secara simpatik. Kita tegur, kita arahkan supaya mereka tahu bahwa (pelanggaran) itu tidak boleh dilakukan karena akan membahayakan keselamatan,” papar Ahmad Dhofiri kepada koranbernas.id.

Total ada 1.000 personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Keselamatan Progo untuk tingkat DIY. Tempat atau sasaran operasi tidak hanya di ruas-ruas jalan utama, namun juga meliputi kawasan yang terbilang ramai dan obyek vital, termauk kawasan tertentu yang diberlakukan kebijakan khusus. (sol)