Inilah Identitas Mayat di Cepoko

254
Sesosok mayat perempuan muda ditemukan di bulak sawah Dusun Cepoko, Desa Bantul, Rabu (30/05/2018) pagi. (istimewa)

KORANBERNAS.ID— Mayat yang ditemukan di  bulak  Dusun Cepoko, Desa Trirenggo Bantul  pada Rabu (30/05/2018) pagi dikira Rinawati warga Saptosarti Gunungkidul  karena memiliki ciri yang mirip. Rinawati sendiri telah menghilang beberapa hari dan dilaporkan ke Polsek Saptosari pada Senin (28/05/2018) lalu.

Bahkan pihak keluarga Rinawati segera mendatangi Mapolsek Bantul Kota (perintis) sebelum akhirnya diarahkan ke RS Bhayangkara tempat jenazah disemayamkan. Tetapi setelah keluarga kesana dipastikan jika jenazah tersebut bukan Rinawati.

Kepastian idenditas dapat setelah kabar ditemukannya mayat tersebut sampai ke warga di Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak  yang melihat kabar dari pesan berantai ditambah info pihak polisi agar keluarga bisa cek jenazah ke RS Bhayangkara guna memastikan identitas.  Jika dilihat  dari  ciri dan baju yang dikenakan mirip dengan warga mereka bernama Jumiyati (33 tahun) yang memang pergi sejak Selasa (29/05/2018) pagi hingga Rabu (30/05/2018) belum kembali.

Baca Juga :  Fans Avengers, Superhero Anda Hadir di Jogja

Setelah perwakilan kesana, dipastikan jika mayat tersebut memang Jumiyati yang diketahui berbisnis Milagros. “Setelah sampai  RS dan melihat mayat tersebut dipastikan jika itu warga kami bernama Jumiyati usia 33 tahun” ’kata Suratijo.Dari semua yang dipakai mulai jaket, kaos kaki sepatu, celana pihak keluarga dan warga mengenali sebagai milik Jumiyati.

Menurut Suratij kalau Jumiyati  sendiri adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan Suradiyem (48) dengan  Komar (50) warga Dusun Depok.  Jumiyati sendiri berjualan air milagros sejak dua tahun terakhir setelah bercerai dari suamiinya Mahadi. Biasanya Jumiyati pergi berjualan pagi dan pulang malam, namun pada Selasa (29/05/2018) tidak pulang.

“Pihak keluarga bilang biasa pamit pergi jualan pagi dan pulang kadang malam. Tetapi hari Selasa ternyata tidak kembali ke rumah hingga ditemukan sudah meninggal pada esok harinya. Keluarga sangat  berduka,” katanya.

Baca Juga :  BBM Jenis Premium Menghilang

Sedangkan Kumar mengatakan anaknya biasanya pergi pagi  pulang sore atau malam.

“Kados biasane Jumiyati pamitan Selasa enjang,namung dugi ndalu mboten wangsul (seperti biasanya Jumiyati pamitan Selasa pagi, namun hingga malam belum pulang,red),”kata Kumar.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan jika kasus tersebut masih didalami dengan mengumpulkanbarang bukti  dan saksi.

“Kami belum bisa memastikan apakah korban dibunuh atau tidak.,”kata Kasat. Namun memang hingga kini motor matic milik korban belum diketemukan. Termasuk apakah ada barang lainnya yang turut hilang masih dalam penyelidikan.

“Kalau jenazah dipastikan Jumiyati berdasarkan pemeriksana tim Inafis. Dari sidik jarinya cocok,” katanya.  Selanjutnya  tadi malam jenazah Jumiyati disertahkan ke rumah duka untuk dimakamkan. (yve)