Inilah Nilai Plus Kuliah di PTKIN

538
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD membuka sosialisasi SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN 2018, Kamis (15/02/2018) di kampus setempat.

KORANBERNAS.ID – Umumnya, mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) memperoleh ilmu sebatas yang diperoleh dari kampus sesuai program studi (prodi). Hal ini berbeda apabila kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Sebab, mahasiswa yang kuliah  di PTKIN yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) atau Institut Agama Islam Negeri (IAIN), maupun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) akan mendapatkan nilai plus. Selain memperoleh ilmu sesuai prodi, mahasiswa juga memperoleh ilmu agama.

“UIN ini perguruan tinggi negeri plus. Plusnya itu agama yaitu agama Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam Nusantara yang mengakui Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kamis (15/02/2018) kemarin, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengundang 250 orang pimpinan Sekolah Madrasah, SMA, SMK, MAK serta Pesantren Muadalalah se-DIY. Mereka datang guna mengikuti sosialisasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2018.

Pada kegiatan yang berlangsung di Gedung Prof RHA Soenarjo SH kampus setempat, Yudian Wahyudi memaparkan sejumlah kebijakan baru.

Antara lain, mahasiswa tidak boleh ujian skripsi sebelum memiliki sertifikat baca tulis Al Quran. Selain itu, budaya pesantren yang ternyata tetap eksis sampai sekarang dicoba dihidupkan di UIN. Dengan begitu akan terjadi penguatan hubungan antara Islam, sains dan negara.

Baca Juga :  Kekerasan Anak Tinggi, Sleman Percepat Predikat Layak Anak

Menurut dia, berdasarkan Undang-undang No 12 Tahun 2012, pola penerimaan mahasiswa baru UIN/IAIN dilakukan secara nasional dan bentuk lain.

Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Sutrisno MAg menambahkan, berdasarkan data dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi)  maupun data pemerintah, setidaknya terdapat 69 persen lulusan sekolah tingkat atas yang belum bisa kuliah.

Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Sutrisno Mag diwawancarai wartawan sebelum acara sosialisasi dimulai

Lima jalur

Ketua Admisi  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr H Ridwan M Hum menjelaskan, tahun ini UIN Sunan Kalijaga menyediakan 3.524 kursi  mahasiswa, untuk lima macam jalur masuk. “SPAN-PTKIN mendapatkan alokasi 1.105 sedangkan UM-PTKIN sejumlah 663 kursi,” kata Ridwan.

Untuk jalur SPAN-UM PTKIN disediakan 24 prodi dari enam fakultas yaitu Adab dan Ilmu Budaya, Dakwah dan Komunikasi, Syariah dan Hukum, Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Ushuluddin dan Pemikiran Islam, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Dia menjelaskan, seleksi SPAN PTKIN diawali pengisian PDSS mulai 30 Januari sampai 24 Februari dilanjutkan proses verifikasi, pendaftaran, seleksi, pengumuman dan daftar ulang di masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu 22 Mei 2018.

“Sedangkan UM PTKIN pendaftaran dimulai 12 April sampai 8 Mei. Ujian dilaksanakan 22 Mei meliputi Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman, IPA/IPS dan IPC. Pengumuman pada Juli 2018,” kata Ridwan.

Baca Juga :  Sarinto Siap Lakukan Perlawanan. Kenapa?

SPAN PTKIN merupakan seleksi nasional berdasarkan penjaringan akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lain, tanpa ujian tertulis yang diikuti oleh seluruh PTKIN dengan prinsip adil, transparan dan tidak diskriminatif. Biaya pelaksanaan jalur ini ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.

Adapun UM PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh UIN/IAIN/STAIN dalam satu sistem yang terpadu dan serentak, oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan Menteri Agama Republik Indonesia. Biaya seleksi ini dibebankan peserta seleksi dan Kemenag RI.

Informasi lebih lanjut bisa diakses di laman http://www.span-ptkin.ac.id. Sedangkan informasi UM PTKIN 2018 meliputi ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, jumlah pilihan PTKIN dan program studi dapat diakses melalui http://www.um-ptkin.ac.id.

Dalam kesempatan itu, Nadif SAg MSi dari Kanwil Kemenag DIY menyampaikan sosialisasi ini penting bagi Kemenag sekaligus bermakna besar, mengingat sebagian besar guru madrasah di DIY merupakan lulusan UIN dan mereka ibarat keluarga besar.

Sosialisasi kali ini juga menjadi pencerahan karena tidak sedikit siswa usai lulus Madrasan Aliyah bingung mencari perguruan tinggi. “Supaya tidak salah pilih perguruan tinggi, MA mestinya linear ke PTKIN,” ungkapnya.

Dia mengakui, masyarakat DIY belum sepenuhnya memiliki budaya madrasah. Inilah tantangan berat untuk mengubah cara pandang (mindset) masyarakat dari budaya sekolah menuju budaya madrasah. (sol)