Inilah Salah Satu Penyebab Gagal Panen

232

KORANBERNAS.ID —  Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), R Mulyono Rahadi Prabowo, menyatakan salah satu penyebab gagal panen  adalah petani tidak paham iklim.

“Salah satu upaya pemerintah agar  budidaya pertanian  bisa berhasil  di antaranya menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI),” ungkapnya di sela-sela acara penen raya padi Mikongga hasil Program SLI di Desa Soropadan Kecamatan  Pringsurat, Selasa (15/08/2017).

SLI merupakan wadah bagi para petani untuk memaksimalkan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. “Jadi, petani dapat menentukan waktu yang tepat selama mengolah lahan. Saat awal tanam dapat memperoleh pasokan air yang cukup dan menjelang panen terhindar dari minimnya ketersediaan air,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemuda dari Berbagai Negara Ikuti Peringatan Waisak di Candi Mendut

Oleh karena itulah, pihaknya berharap informasi yang diperoleh itu dapat disebarluaskan kepada kelompok tani lain.

“Kita harapkan dengan adanya pemahaman informasi iklim, maka kegagalan panen menjadi berkurang. Pengalaman kita sejak 2011 para petani yang ikut SLI punya pengetahuan informasi iklim, ada peningkatan antara 40 sampai 70 persen. Lalu dari sisi produksi pertanian rata-rata naik 20-30 persen dari rata-rata daerah,” ujarnya.

Adapun tujuan SLI Tahap 3 adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memanfaatkan informasi iklim, guna antisipasi dampak fenomena iklim ekstrem. Selain itu, melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim ekstrem seperti banjir dan kekeringan.

Salah seorang petani, Arif, menuturkan  SLI berdampak sangat positif bagi para petani, baik mereka yang berkecimpung dalam pengolahan tanaman padi maupun palawija. Dengan kontinuitas informasi yang mereka dapat, mulai kalender tanam hingga sistem pencegahan maupun pemberantasan hama, hasil panen meningkat sangat drastis.

Baca Juga :  Masyarakat Belum Melek Investasi PBK

“Biasanya hanya dapat 5 sampai 6 ton per hektar, kini dengan informasi BMKG lewat SLI, hasil panen yang kami peroleh meningkat sampai 7 ton per hektar,” ungkapnya. (edy)