Inilah UMK Bantul 2018

823
Sosialisasi UMK Bantul di Kompleks Perkantoran Pemda Manding, Selasa (14/11/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Bantul bersama dewan pengupahan menggelar sosialisasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bantul tahun 2018 di Kompleks Perkantoram Pemda Manding, Selasa (14/11/2017).

Kegiatan diikuti perwakilan perusahaan dan juga pihak-pihak terkait. Ponijan, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DPC Bantul mengatakan untuk UMK kabupaten Bantul tahun 2018 adalah Rp 1.527.150.

“Saya berharap keputusan kenaikan UMK  ini bisa dilaksanakan semua pihak secara baik sesuai ketentuan yang ada,” kata Ponijan.

Dirinya tidak mempermasalahkan soal nominal atau jumlah kenaikanya, namun yang diharapkan agar perusahana yang ada di Bantul semua mematuhi ketentuan tersebut. Dirinya berharap jangan sampai ada perusahaan yang mengajukan penangguhan.

Baca Juga :  HUT TNI Ke-72, Kodim Kebanjiran Karangan Bunga

“Sampai saat ini masih ada pengusaha yang membayar upah pekerjanya di bawah UMK yang telah ditentukan. Kendati jumlahnya tidak terlampau banyak,”kata Ponijan.

Biasanya kasus pengupahan dibawah UMK terjadi untuk pekerjaan dengan sistem borongan.

“Selama ini kami berkomunikasi dengan banyak pihak terkait UMK ini bisa terlaksana dengan baik. Termasuk pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Yang agak susah komunikasi  dengan  pengusaha di luar Apindo,” lanjut Ponijan.

Sementara  itu Mediator hubungan industrial dari Disnakertrans, Bahari Toharudin dalam paparannya  mengatakan tujuan ditetapkanya UM adalah membantu terpenuhinya  kebutuhan hidup minimal pekerja dan keluarganya, mencegah merosotnya upah pekerja, terlindunginya daya beli upah pekerja yang berpenghasilan rendah, serta meningkatkan taraf hidup/martabat bagi penerima upah rendah (mayoritas).

Baca Juga :  Wanita Harus Jadi Tiang

Sedangkan fungsi dari UMK itu menurutnya ada lima hal. “Fungsinya yaitu sebagai jaring pengaman, pemerataan pendapatan, meningkatkan harkat dan martabat buruh, memanusiakan manusia, terakhir mendorong, meningkatkan disiplin dan produktivitas kerja,” ujarnya. (SM)