Inilah Wadah untuk Tampung Remaja Gandrung Sains

166

KORANBERNAS.ID – Komunitas Media Pembelajaran (Komed) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Indonesia Main Sains-Rumah Sains Ilma, menggelar Komed Main Sains, Kamis (08/02/2018), di Bumi Pengembangan Insani Parung Jawa Barat.

Markom Pendidikan Dompet Dhuafa, Pradila Maulia, melalui rilisnya, Sabtu (10/02/2018) menyampaikan, Komed Main Sains merupakan wadah untuk menampung siapa pun yang gandrung sains. Mereka diberikan ruang agar tertarik membangun Indonesia dengan sains.

Pada perhelatan kali ini Komed menjadi mitra dan mengundang 130 siswa siswi Sekolah Dasar (SD) dan 40 guru di Bogor dan sekitarnya. Komed Main Sains diharapkan menjadi karya milik banyak orang di seluruh Indonesia yang dikerjakan secara bergotong royong.

Supervisor Pusat Sumber Belajar dan Jaringan Literasi (PSBJL) Makmal Pendidikan, Eko Sriyanto, menambahkan pihaknya ingin agar para siswa binaan Komed tumbuh kecintaannya terhadap sains.

Baca Juga :  GPK DIY Deklarasi Pemilu Damai di Tugu Jogja

“Oleh karena itu kami menginisiasi kegiatan ini agar anak-anak dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan dan tak membosankan,” ujarnya.

Para peserta dihibur dongeng apik yang dibawakan Dian Sumantri. Dia bercerita seputar dunia hewan seraya menyelipkan pesan untuk lebih rajin membaca buku.

Keunikan sains

Selama kegiatan berlangsung 150 peserta sangat antusias mengikuti berbagai eksperimen yang diberikan oleh Indonesia Main Sains, tak henti-hentinya mereka mengeksplorasi keunikan sains melalui permainan.

“Kami berharap kegiatan ini semakin mendekatkan siswa dan gurunya, kami juga berharap untuk bisa terus bersinergi dengan mitra serta komunitas lain yang peduli dengan pendidikan anak negeri,” kata Eko Sriyanto.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain, mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda.

Baca Juga :  Bantul Promosi Wisata ke Jabar

Indonesia perlu meningkatkan kualitas generasi muda melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. “Generasi muda adalah aset bangsa dan harus terus dibina sebagai salah satu upaya membentuk posisi Indonesia di masa depan dan mendorong percepatan inovasi,” kata Iskandar.

Pusat Sumber Belajar dan Jaringan Literasi (PSBJL) merupakan salah satu program Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang didesain untuk mengelola semua sumber yang dapat digunakan dalam belajar, baik dalam bentuk cetak maupun audio visual.

PSBJL turut menyelenggarakan program pendampingan perpustakaan sekolah dan komunitas, memproduksi dan mengembangkan berbagai media pembelajaran, serta mengadakan berbagai pelatihan kepustakaan, literasi, dan media pembelajaran. Harapannya, PSBJL dapat menjadi centre of excellence bagi masyarakat. (sol)