Investasi, Jangan Cuma Pasrah Bongkokan

47
Kepala Cabang  PT  Rifan Financindo Berjangka (RFB) Yogyakarta Dewi Diananingrum memberikan materi saat pelatihan kepada wartawan di Kantor PT RFB Kompleks Malioboro City Blok, Jalan Laksda Adi Sucipto beberapa waktu lalu. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Berbicara investasi memang menggiurkan. Yang terbayang adalah keuntungan berlipat ganda atas modal yang ditanam. Maka tidak jarang, karena iming-iming keuntungan yang besar inilah, banyak masyarakat tanpa pikir panjang menginvestasikan uangnya.

Namun tragedi terjadi. Bukan keuntungan yang didapatkan , sebaliknya justru buntung. Karena uang nasabah dibawa lari oleh lembaga keuangan atau lembaga investasi “abal-abal”.

Kejadaan inipun acap kali terjadi di Yogyakarta. Terulang dan terulang lagi dengan korban yang tidak sedikit

“Memang untuk berivenstasi itu harus berhat-hati. Jangan sampai tergiur dengan janji keuntungan besar namun  tidak realistis. Maka ketika berinvestasi, kita tidak boleh pasrah bongkokan sama orang.

Tapi ayo kita selami dunia investasi dan memiliki pemahaman yang cukup sebelum terjun ke dalamnya,”kata Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Yogyakarta, Dewi Diananingrum  saat memberikan materi pada pelatihan wartawan di Kantor RFB Kompleks Malioboro City Blok, Jalan Laksda Adi Sucipto beberapa waktu lalu.

Perempuan ayu asli dari Kota Gudeg ini berpesan, agar jangan berinvestasi ketika tidak memahami. Karena di sana peluang untuk penipuan sangat besar.

“Untuk itulah kami dari RFB membuka cabang di Yogyakarta, juga dalam rangka memberikan edukasi mengenai investasidan pasar berjangka. Sehingga nasabah yang berinvestasi lewat kita itu sebelumnya kita berikan pembekalan yang cukup. Kita dampingi, sehingga paham seluk beluk invetasi yang mereka tanam,”kata alumnus UGM tersebut.

Edukasi ini penting artinya. Karena PT RFB yang merupakan  perusahaan pialang berjangka di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) terbesar di Tanah Air itu ingin membangun ekonomi secara lebih baik.

Baca Juga :  Ini Manfaatnya  Jika Perusahaan Konsisten Terapkan SNI

“Salah satunya dari sektor PBK. Dan saya melihat potensi Yogyakarta itu besar. Maka kita putuskan buka kantor di sini dan kita memberikan pelatihan termasuk pada teman-teman wartawan,” kata Dewi.

Yogyakarta, lanjut Dewi berdasarkan catatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) jumlah investor potensial pada kisaran 35.900 orang.

“Saya banyak menangani nasabah saat di Jakarta dan ternyata diantaranya dari Yogyakarta. Maka ketika saya ditugaskan disini, ya seperti pulang kampung membangun tanah kelahiran,”katanya tergelak.

Dirinya melanjutkan, melihat  potensi  yang ada, maka Dewi optimistis jika PT RFB akan mampu berkembang dan memiliki peran membangun ekonomi di Kota Budaya ini.

Konferensi pers saat pembukaan kantor PT RFB Yogyakarta. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

Sementara CEO PT RFB, Teddy Prasetya mengatakan untuk pembukaan cabang

di Yogyakarta adalah cabang ke 10. Sebelumnya RFB buka dua kantor di Jakarta,  Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Solo dan Bandung.

“Kami membuka cabang untuk memberi  kesempatan kepada generasi muda di DIY untuk menjadi pialang andal dan profesional,” kata Teddy.

Ekspansi ini juga tidak lepas dari besarnya potensi industry pialang berjangka di Tanah Air. Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, industri PBK selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi sebesar 6,40 persen pada 2016 dan 0,48 persen pada tahun 2017.

Baca Juga :  JNE Perkuat Promo dan Event di Jateng dan DIY

Kemudian, semester 1-2018 tumbuh 30,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Untuk Yogyakarta pada tahun pertama targetnya 300 nasabah dan saya optimis ini bisa tercapai,” katanya.

Menurut Tedy, selama semester pertama 2018, RFB membukukan kinerja cemerlang. Secara nasional jumlah nasabah baru RFB  meningkat sebesar 27,16 persen atau bertambah 1.311 nasabah. Sehingga total hingga kini nasabah RFB 10.000 orang.

Dari data volume transaksi  RFB hingga akhir Juni 2018 mencapai 615,513 lot naik 148,86 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2017 sebesar 247,332 lot.

“Setiap kantor cabang harus memiliki kontriubsi terhadap total bisnis perusahaan. Dan untuk Yogyakarta kami harapkan mampu memberikan kontribusi 10 persen dari total bisnis secara umum. Dan tentunya turut meramaikan pasar PBK di Kota Pelajar ini,” jelasnya.

Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, masyarakat yang  ingin berinvestasi harus hati-hati .

Jangan sampai mereka tertipu investasi yang tidak jelas karena tawaran keuntungan yang besar.

“Di Yogyakarta banyak sekali kasus penipuan investasi yang muncul ke

pemukaan. Jadi masyarakat harus lebih  hati-hati. Jika ingin investasi bisa bertanya kepada yang memang ahlinya,”katanya.

Sehingga dengan adanya pembukaan PT RFB di Yogyakarta, Stehanus berharap mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dalam berinvestasi yang aman serta mampu mengedukasi masyarakat tentang dunia PBK serta mendongkrak ekonomi DIY secara lebih luas. (SM)