Investor Boleh Garap Wisata, Asal…

281
koleksi batik di kompleks gasebo Giriloyo saat penilaian pokdarwis tingkat nasional, Selasa (15/8/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Wisata di Kabupaten Bantul saat ini kian maju dan berkembang. Banyak destinasi wisata baru dan juga jumlah desa wisata terus bertambah. Wisata yang dikembangkamn menurut Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih adalah wisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Dengan CBT masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan wisata dan merasakan manfaat dengan hadirnya wisata di tengah-tengah kehidupan mereka.

“Jadi wisata itu harus berbasis komunitas. Ini artinya ada keterlibatan masyarakat secara aktif disana, dan wisata menjadi salah satu sektor yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,”kata Wabup disela penilaian tim juri nasional Pokdarwis Wukirsari yang dipusatkan di gazebo batik Giriloyo, Imogiri, Selasa, Bantul (15/08/2017) sore.

Pariwisata menurut wabup menjadi rumpun ekonomi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bantul. Karena memang pariwisata terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Regionel Domestik Bruto (PDRB) di wilayah ini. Maka sektor wisata harus selalu dikembangkan, tentu dengan keterlibatan masyarakat di dalamnya.

Baca Juga :  Pengelola Desa Wisata Belajar ke Panglipuran

Sementara terkait investor yang ingin masuk ke sektor wisata , menurut Wabup dipersilahkan, karena secara prinsip Pemkab Bantul terbuka terhadap segala investasi yang memang memberikan dampak kemajuan bagi Bantul.

“Hanya saja ada syaratnya yakni mereka mematuhi aturan yang berlaku, termasuk mengenai perijinan yang ada harus dipenuhi,”katanya. Selain itu kepada investor, harus mengakomodir dan bergandengan dengan masyarakat saat menanamkan investasi di bidang pariwisata. Jangan sampai hadirnya investor justru menjadi ancaman dan menyingkirkan masyarakat yang telah merintis sektor wisata sebelumnya.

“Sehingga saya tekankan, investor ini harus melibatkan masyarakat dalam pengembangan wisata. Ini adalah syarat yang harus mereka lakukan dan penuhi,” katanya.

Sementara itu pelaksanaan lomba itu sendiri dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Heru P, SSos, Kabid Kemitraan Usaha, Ni Nyoman Yudi Riani,SET, Muspika Imogiri, Lurah Desa Wukirsari, Bayu Bintoro dan para pelaku pariwisata. Selain melihat administrasi, dewan juri yang dipimpin Titin Suharya juga melihat berbagai potensi yang ada di wilayah Wukirsari. Salah satunya potensi batik yang dikelola oleh masyarakat.

Baca Juga :  Dari Kirab, Hingga Sholat di Gumuk Pasir Meriahkan Idul Adha

“Dari 140 Pokdarwis desa wisata yang telah diseleksi di daerah dan dikirim datanya ke Jakarta,kami ambil 25 besar. Salah satunya adalah disini,” kata Titin.

Untuk itulah selain melihat profil, mereka juga ingin melihat langsung ke lapangan kondisinya seperti apa sebelum akhirnya memutuskan siapa yang berhak sebagai juara di tingkat nasional. (Sari Wijaya/yve)