IPWL Pejagoan Siap Rawat Ketergantungan Napza

169

KORANBERNAS–Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Puskesmas Pejagoan, di Kabupaten Kebumen sejak Jumat (1/12) menambah layanan yakni Institusi Penegak Wajib Lapor (IPWL). IPWL ini akan menambah komplit keberadaan Poli Jiwa, yang sudah berdiri sejak 2 tahun terakhir ini.

Layanan IPWL Pejagoan ini, khusus disiapkan untuk rawat jalan bagi orang yang mengalami ketergantungan napza.

“Ini juga untuk pelayanan terhadap seseorang yang mengalami ketergantungan napza. Bedanya, IPWL ini khusus untuk rawat jalan,” kata dr Agus Sapariyanto, Kepala UPTD Pejagoan/ accessor IPWL Napza Pejagoan, kepada Koranbernas.id, Jumat (8/12/2017).

Dalam kondisi  ketergantungan tertentu, sehingga perlu rawat, seperti klien mengidap HIV/Aids, karena menggunakan jarum suntik IPWL Pejagoan akan merujuk ke IPWL dibawah Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca Juga :  Tanah Longsor Merusak Dua Rumah

Di Jateng menurut Agus Sapariyanto jumlah puskesmas yang dipercaya BNN untuk mendirikan IPWL, sangat terbatas kurang dari 5 buah. Salah satunya Puskesmas Pejagoan.

Dengan  adanya IPWL Pejagoan, seseorang yang mengalami ketergantungan napza, termasuk membau lem yang mengandung zat adiktif sehingga kecanduan,  IPWL Pejagoan siap melakukan therapy rumatan.

“Therapy rumatan selama 8 bulan, klien 8 kali konsultasi,  tidak dipungut biaya atau gratis. Biaya ditanggung BNN,“  kata Agus Sapariyanto.

Tenaga kesehatan yang terlibat di IPWL ini, telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan BNN Pusat. Jika seseorang yang mengalami ketergantungan napza, dalam kondisi tertentu, perlu rawat inap, IPWL Pejagoan kemudian merujuk ke IPWL yang dikelola BNN Pusat atau BNN Daerah terdekat yang ada IPWL nya.

Baca Juga :  Terawangan Korupsi Bupati yang Jadi Kenyataan

Tahap awal beroperasinya, institusi ini menurut Agus Sapariyanto, menyelenggarakan sosialisasi yang menghadirkan pemateri Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes, dan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen AKP Hari Harjanto, SH.  Sosialisasi bersamaan dengan  awal dimulai beroperasi IPWL Pejagoan, Jumat (1/12/2017).

Peserta sosialisasi terbanyak guru Bimbingan Konseling (BK), pada sekolah yang dianggap siswanya rawan menyalahgunakan  napza. Guru BP diharapkan bisa membantu  orang tua siswa, jika mengetahui gejala gejala siswa mengalami ketergantungan napza. (SM)