Izin Tambang Terancam Dicabut

88
Anggota Komisi C DPRD DIY, Sukamto (kiri) dan Dharma Setiawan menyampaikan keterangan pers terkait penambangan pasir. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Izin penambangan pasir menggunakan alat-alat berat yang dilakukan oleh KUBE Sido Maju terancam dicabut.

Pemerintah DIY dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) sudah mengirimkan surat peringatan dua kali mengingat  lokasi penambangan di Desa Banaran Kecamatan Galur Kulonprogo itu merusak lingkungan hidup.

Wakil Ketua DPRD DIY Dharma Setiawan didampingi Sukamto menegaskan hal itu kepada wartawan dalam konferensi pers usai mengadakan pertemuan dengan pihak pemerintah setempat serta jajaran Pemerintah DIY, Kamis (20/09/2018), di DPRD DIY.

“Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh KUBE Sido Maju ternyata melanggar batas wilayah,” kata Dharma Setiawan.

Seperti diberitakan, sepekan lalu warga Kecamatan Galur Kulonprogo berunjuk rasa di DPRD DIY menolak penggunan alat berat untuk penambangan pasir di Sungai Progo. Aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh dewan.

Baca Juga :  Uniqlo Siap Buka Tiga Toko Baru

Menurut Dharma, pihak KUBE juga tidak melakukan sosialisasi bahkan patok pun belum dipasang, sesuai aturan paling lama enam bulan.

“Sosialisasi belum dilakukan tetapi aktivitas penambangan sudah dilakukan. Selain melanggar batas juga ada intimidasi. Ini dari laporan pemerintah setempat,” paparnya.

Sukamto menegaskan, Pemda DIY sudah melayangkan surat peringatan mestinya hal itu secara otomatis ditindaklanjuti dengan pencabutan izin. “Kami sebagai wakil rakyat siap melindungi rakyat yang terintimidasi,” kata dia.

Jika izin tersebut sudah dicabut, kalaupun tempat itu akan dijadikan sebagai lokasi pertambangan rakyat maka butuh waktu lima tahun dan belum tentu izinnya disetujui oleh pemerintah pusat.

Jalan yang terbaik adalah, para penambang tradisional yang bekerja secara manual bergabung mendirikan Bumdes untuk mengajukan izin pertambangan. Dengan begitu para penambang hidupnya sama-sama makmur.

Baca Juga :  Usia Harapan Hidup di Sleman Lampaui Target

“Saya siap mendapat tugas membina penambangan sesuai perintah dari Pak Ketua DPRD DIY,” kata Sukamto. (sol)